Tuesday, October 23, 2018

Asma, Identifikasi dan Penanganannya

Asma, Identifikasi dan Penanganannya



Asma adalah suatu penyakit pernapasan yang ditandai dengan inflamasi saluran pernafasan (bronkus) yang menyebabkan aliran udara ke dan dari paru - paru menjadi kurang lancar, sehingga menimbulkan gejala - gejala khas yaitu mengi, batuk, konstriksi dada, dan sesak napas.

Selama berlangsungnya serangan asma, otot - otot bronkus mengencang, lapisan mukosa saluran pernapasan membengkak, dan produksi mukus/lendir saluran pernapasan meningkat secara berlebihan sehingga mengakibatkan penyempitan saluran napas. Kondisi ini umumnya dihubungkan dengan adanya faktor alergi, genetik, lingkungan, dan berat badan.

Skema Identifikasi Penyakit

Apakah pasien mengalami gejala - gejala dibawah ini ?
* Mengi
  - Biasanya timbul secara mendadak.
  - Bersifat episodik.
  - Memburuk pada malam hari atau menjelang pagi.
  - Gejala tambah berat jika terpapar udara dingin atau berolahraga.
  - Gejala membaik secara spontan.
  - Gejala dapat diredakan dengan bronkodilator (obat yang berkhasiat membuka saluran napas).

* Batuk, dengan atau tanpa disertai dahak/sputum

* Napas memendek, yang gejalanya diperberat oleh olahraga/aktivitas fisik.

* Napas bertambah berat. 

Jika Ya, Apakah pasien mengalami gejala - gejala gawat darurat berikut ini ? 
* Sangat sulit bernapas.
* Bibir dan wajah kebiruan.
* Kesulitan berbicara.
* Nafas pendek dan terputus - putus.
* Agitasi, Kebingungan, atau sulit berkonsentrasi.

   Jika Ya, Pasien mungkin mengalami status asmatikus. Gawat Darurat. Bawa segera ke rumah sakit terdekat.

Jika Tidak, Apakah pasien memiliki faktor - faktor resiko di bawah ini ? 
* Terpapar dengan :
   - debu
   - bulu binatang (anjing, kucing)
   - serbuk sari bunga
   - zat - zat kimia
   - asap rokok
* Riwayat alergi dan asmadalam keluarga.
* Infeksi (batuk, flu, dll)
* Menggunakan obat - obatan (contohnya OAINS, aspirin, penyekat betta)
   
   Jika Ya, Pasien mungkin mengalami asma bronkial. Berikan terapi yang tepat (lihat Derajat Keparahan Asma).
   Jika Tidak, Lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Gejala-gejala diatas mungkin disebabkan olh penyakit lainnya.

Derajat Keparahan dan Gejala Asma

Derajat Keparahan Asma.
1. Asma Ringan.
    Gejala - gejala :
    * Serangan asma kurang dari satu kali seminggu.
    * Serangan asma malam 2 kali sebulan atau kurang.
    * Serangan berlangsung selama tidak lebih dari beberapa jam.
    * Tidak ada gejala (faal paru normal) diantara serangan.
    * Fungsi paru masih normal.

2. Asma Peristen Ringan.
    Gejala -  gejala : 
    * Serangan asma lebih dari 1 kali seminggu, tetapi tidak timbul setiap hari.
    * Serangan asma malam lebih dari 2 kali sebulan.
    * Serangan asma mengganggu aktivitas.

3. Asma Peristen Sedang.
    Gejala - gejala : 
    * Gejala timbul setiap hari.
    * Serangan asma malam terjadi lebih dari 1 kali dalam seminggu.
    * Serangan asma yang lebih berat terjadi sekurang - kurangnya dua kali seminggu dan berlangsung selama berhari - hari.
    * Serangan membutuhkan pengobatan setiap hari.
    * Serangan asma mengganggu aktivitas sehari - hari.

4. Asma Peristen Berat.
    Gejala - gejala :
    * Gejala asma berlangsung terus menerus dan timbul setiap hari.
    * Serangan berat sering terjadi.
    * Serangan asma malam sering terjadi.
    * Aktivitas fisik terbatas.

Anjuran Untuk Pasien

  • Kenali alergen - alergen yang dapat memicu timbulnya gejala asma.
  • Sedapat mungkin kurangi atau singkirkan faktor pemicu. Banyak faktor pemicu asma yang berasal dari lingkungan (misalnya alergen atau zat iritan di dalam maupun luar ruangan). Jika alergi terhadap bulu binatang, tidak dianjurkan untuk memelihara hewan yang berbulu. Pada musim dimana serbuk sari bunga banyak terkandung di udara, hindari penggunaan lensa kontak karena serbuk bunga tersebut mudah melekat/terperangkap didalam lensa kontak.
  • Memotivasi pasien perokok untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.
  • Gunakan alat penyaring udara dan penyejuk ruangan (AC) untuk membuat lingkungan dalam rumah lebih bersih dan nyaman.
  • Lakukan pengobatan sedini mungkin terhadap serangan asma sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya serangan asma berat.
  • Bersihkan rumah sekurang - kurangnya sekali seminggu. kenakan masker pada saat membersihkan rumah.
  • Jika gejala - gejala bertambah buruk, anjurkan pasien untuk segera berobat ke dokter.
  • Hubungi dokter jika serangan asma masih timbul sesudah diobati dengan kortikosteroid oral atau inhalasi.
  • Jangan menggunakan obat bebas, obat herbal, atau suplemen diet walaupun produk tersebut dinyatakan berasal dari bahan alami, tanpa berkonsultasi dengan dokter, karena selain dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan juga dapat mengganggu kerja obat yang diresepkan dokter.
  • Pada saat timbul serangan, anjurkan pasien untuk segera beristirahat dan segera menggunakan obat asma yang diresepkan dokter.
  • Gunakan obat - obat asma secara teratur. Asma merupakan kondisi kronik yang memerlukan pengawasan dan pengobatan secara teratur.
  • Aktif secara fisik. Olahraga seperti jalan kaki atau berenang dapat memperkuat jangtung dan paru - paru. Lakukan olahraga selama sekurang - kurangnya 30 menit setiap hari. Namun demikian, jangan berolahraga pada saat udara dingin karena dapat memicu timbulnya asma.
  • Jika pasien sering mengalami rasa panas pada ulu hati, anjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter dalam memilih jenis terapi yang sesuai, Karena aliran balik asam lambung bukan hanya meruak jalan napas di dalam paru - paru tetapi juga memperberat gejala asma.
  • Mendapatkan vaksin influenza setiap tahunnya.

Tips 

  • Instruksikan kepada pasien mengenai obat - obat apa yang perlu digunakan dan cara penggunaannya yang tpat, seperti nama obat, dosis, frekuensi, dll.
  • Jika hendak meresepkan obat - obat dan peralatan untuk terapi asma, misalnya bronkodilator dan kortikosteroid, perlihatkan kepada pasien mengenai cara penggunaan dan pemeliharaan obat tersebut dengan tepat.
  • Jika terjadi kekambuhan sesudah diterapi, atau jika serangan asma tidak membaik, beritahu psien untuk segera berobat ke dokter.
  • Beritahu pasien bahwa istirahat dan tindakan pencegahan lainnya merupakan cara terbaik untuk menghindari timbulnya serangan asma.
  • Informasikan kepada pasien mengenai pentingnya menggunakan obat - obat asma secara rutin bahkan pada saat bebas gejala.
  • Diskusikan kepada pasien mengenai cara - cara pencegahan dan penatalaksanaan asma.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search