Tuesday, October 23, 2018

Asma Pada Anak, Identifikasi, dan Penanganannya

Asma Pada Anak, Identifikasi, dan Penanganannya


Asma didefinisikan sebagai gangguan inflamasi kronik pada jalan nafas yang diakibatkan reaksi alergi yang berdampak pada tubulus paru, menyebabkan timbulnya reaksi berlebihan pada dinding bronkiolus terhadap berbagai stimulus seperti debu, stres, dan emosi berlebihan. Ini adalah suatu kondisi gangguan pernapasan kronik dan tidak menular yang paling serin dijumpai. 

Inflamasi jalan napas ini mengakibatkan obstruksi aliran udara didalamnya, yang bersifat reversibel dan bermanifestasi dalam bentuk ganguan pernafasan. Asma dapat terjadi pada anak dan dewasa, walaupun kondisi ini seringkali lebih kompleks bila terjadi pada anak. 

Asma lebih sering dialami oleh anak laki - laki di banding anak perempuan. tetapi pola ini berubah sesudah masapubertas, dimana remaja perempuan lebih cenderun mengalami asma dibandingkan remaja pria. Faktor - faktor pemicu asma antara lain meliputi faktor herediter, infeksi, alergenik, lingkungan, dan psikososial.

Indentifikasi Asma Pada Anak

Pasien anak datang dengan gejala batuk, mengi, dan kesulitan bernafas. 

1. Apakah anak menunjukkan salah satu atau beberapa tanda - tanda peringatan berikut ini ?
* Bibir dan wajah kebiruan (sianosis).
* Penurunan tingkat kesadaran.
* Kesulitan berbicara.

Jika Ya, Apakah anak masih bernafas dengan normal beberapa saat yang lalu ?
Jika Ya, Anak mungkin mengalami sumbatan jalan nafas akibat tersedak. Jika tindakan untuk mengeluarkan benda asing tersebut gagal, kirim segera anak ke rumah sakit terdekat.

Jika Tidak, Apakah gejala-gejala pada anak dipicu atau diperburuk oleh faktor-faktor dibawah ini ? 
   * Debu
   * Bulu binatang
   * Serbuk tumbuhan
   * Latihan fisik (olahraga)
   * Obat - obatan tertentu (misalnya aspirin, OAINS)
   * Asap rokok
   * Polusi udara
   * Emosi yang berlebihan (misalnya stres atau terlalu gembira)

   Jika Ya, Apakah anak sedang menjalani pengobatan asma ? 
   Jika Tidak, Lakukan pemeriksaan lebih lanjut. mungkin ini merupakan serangan asma untuk pertama kalinya. 

  Jika Tidak, Rujuk ke dokter spesialis anak jika diagnosis penyakit tidak dapat ditegakkan melalui skema ini. 

   Jika Ya, Apakah anak sangat sulit bernafas dan tidak mampu berbicara ?
   Jika Ya, Pasien mengalami status asmatikus. Gawat Darurat. Rujuk pasien segera ke rumah sakit terdekat.
   
    Jika Tidak, Apakah mengi biasanya timbul secara tiba - tiba, atau timbul secara episodik yang bertambah buruk pada malam hari atau subuh, diperburuk oleh paparan terhadap udara dingin dan dapat diredakan oleh bronkodilator ?
   Jika Ya, Pasien mungkin mengalami asma bronkial. Berikan terapi yang sesuai.

2. Apakah pasien demam (suhu tubuh diatas atau sama dengan 38 derajat celcius) ?
    Jika Ya, Pasien mungkin mengalami infeksi saluran pernafasan, contohnya : bronkiolitis, bronkitis, atau pneunomia.Berikan penanganan yang tepat.
    Jika Tidak, Lakukan pemeriksaan lebih lanjut karena gejala-gejala diatas, mungkin disebabkan oleh penyakit lainnya.

Anjuran Untuk Pasien 

  • Sedapat mungkin kurangi atau singkirkan agen pemicu asma dari lingkungan sekitar anak.
  • Gunakan saringan udara atau air ionizers untuk membantu membersihkan udara di dalam rumah.
  • Bersihkan rumah secara rutin, terutama pada area tempat berkumpulnya tungau.
  • Jika timbul serangan asma, instruksikan anak untuk segera beristirahat dan berikan segera obat asma sesuai dengan yang diresepkan.
  • Jika anak yang mengidap asma sensitif terhadap tungau, paparan dapat dikurangi dengan menggunakan sprei dan sarung bantal/guling dari bahan yang allergen - impermeable, jangan menggunakan karpet di kamar tidur, dan bersihkan ruangan/kamar tidur secara rutin. 
  • Hindari pemaparan dengan asap rokok, udara kotor, debu, dan asap.

Tips

  • Jelaskan kepada orang tua atau pengasuh anak mengenai obat - obat yang perlu digunakan dan cara penggunaan yang tepat, seperti nama obat, dosis, frekuensi penggunaan, khasiat, dll.
  • Jika terjadi eksaserbasi selama terapi atau jika serangan asma tidak juga membaik setelah diobati, anjurkan orangtua pasien untu segera periksa ke dokter spesialis anak.
  • Beritahu orangtua anak bahwa cara terbaik untuk menghindari timbulnya serangan asma yaitu istirahat dan lakukan upaya pencegahan lainnya.
  • Diskusikan cara pencegahan dan penanganan yang tepat untuk asma pada anak.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search