Wednesday, October 24, 2018

Batuk, Identifikasi, dan penanganannya

Batuk, Identifikasi, dan penanganannya


Batuk atau tussis adalah suatu proses alami dan refleks proteksi yang dimiliki oleh semua individu yang sehat. Refleks ini penting untuk menjaga agar tenggorokan dan saluran napas senantiasa bersih. Namun demikian, batuk yang berlebihan mungkin menandakan adanya suatu penyakit atau gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian dan penanganan medis.

Batuk dapat bersifat kering atau batuk produktif. Batuk kering atau non produktif, tidak disertai sputum (dahak) dan seringkali menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan. Batuk jenis ini dapat menyebabkan suara menjadi serak sampai akhirnya hilang. 

Batuk kering biasanya dipicu oleh partikel - partikel makanan yang kecil atau asap iritan yang terhirup oleh saluran pernapasan seperti : asap rokok, perubahan suhu udara, kelembaban udara yang rendah (kering), atau udara yang tercemar. Juga dapat disebabkan karena inveksi virus, seperti flu, atau selesma yang belum lama terjadi sehingga terkadang disebut juga batuk pasca inveksi virus.

Adakalanya batuk kering juga merupakan salah satu tanda dari penyakit lainnya, seperti : asma, penyakit refluks gastro esofagus (PRGE), atau gagal jantung kongestif, dan juga dapat dipicu oleh obat - obat tertentu (ACE inhibitor, penyekat beta/beta-blockers, aspirin).

Sedangkan batuk produktif adalah jenis batuk yang disertai pengeluaran sputum (dahak). Batuk produktif mungkin merupakan gejala yang tetap tinggal setelah nyeri tenggorokan atau hidung tersumbat dan kongesti sinus. 

Batuk juga dapat berlangsung akut dan kronik. Batuk akut muncul secara tiba - tiba, berlangsung selama kurang dari 3 minggu, dan seringkali disebabkan oleh selesma, flu, atau inveksi virus. Batuk kronik berlangsung lebih lama dari 3 minggu atau 3 episode selama 3 bulan berturut-turut.

Identifikasi Batuk

1. Apakah gejala batuk belum lama muncul ? Jika pasien terpapar dan/atau tidak sengaja menghirup debu, asap, atau asap rokok atau pasien tersedak sesuatu benda berukuran kecil atau partikel makanan maka kemungkinan pasien mengalami iritasi saluran napas, yang dapat menimbulkan gejala batuk -batuk guna menyingkirkan zat atau iritan dari saluran napas.

2. Apakah batuk tergolong parah (kencang dan disertai darah)? Atau apakah pasien batuk terus menerus dan tidak membaik ? Apabila hal ini terjadi segera ke rumah sakit atau periksakan ke dokter terdekat. Jika hal ini tidak terjadi dapat lihat anjuran untuk pasien.

3. Apakah batuk disertai gejala napas yang memendek? Jika tidak batuk mungkin disebabkan oleh penyakit lainnya. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tetapi jika batuk disertai dengan gejala napas memendek, perlu diperiksa lebih lanjut apakah pasien memiliki gangguan jantung dan batuk disertai dahak berbusa atau berwarna semu kemerahan? Apabila hal ini terjadi pasien mungkin mengalami gagal jantung yang disertai dengan kerusakan pada paru-paru. Hal ini merupakan kegawat daruratan sehingga harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat.

4. Apakah batuk disertai mengi (napas berbunyi)? Batuk yang disertai mengi adalah gejala asma. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan ikuti petunjuk pengobatan dari dokter.

5. Apakah gejala batuk non produktif berlangsung selama lebih dari sebulan dan menimbulkan suara      seperti menggonggong? Gejala di atas merupakan gejala trakeitis, yaitu inflamasi (peradangan) pada trakea (batang tenggorok) yang mungkin disebabkan oleh alergi atau merokok. Periksakan segera ke rumah sakit atau dokter terdekat.

6. Apakah pasien mengalami batuk berdarah ?
Apakah disertai dengan gejala - gejala berikut ini ?
  • Nyeri tajam pada dada
  • Jantung berdebar - debar
  • Pembengkakan tungkai
  • Napas tiba - tiba memendek
Jika terdapat gejala diatas, pasien mungkin mengalami emboli paru, dimana terdapat bekuan darah dari pembuluh darah terdistribusikan dan akhirnya sampai ke paru - paru dan mengakibatkan penyumbatan. Gawat Darurat. Bawa segera  ke rumah sakit terdekat.

 Jika disertai dengan gejala - gejala berikut ini : 
  • Demam
  • Berkeringat pada malam hari
  • Nyeri dada
  • Penurunan berat badan yang signifikan
  • Kehilangan nafsu makan
Pasien mungkin mengalami TBC paru, yaitu infeksi bakteri yang sangat menular dan biasanya menyerang paru - paru walaupun juga dapat menyerang organ tubuh lainnya. Periksa lebih lanjut dan ikuti petunjuk dokter.

7.Apakah pasien sedang menggunakan obat - obatan seperti ACE inhibitor, beta-blocker, atau              aspirin? Jika pasien mengkonsumsi obat-obatan tersebut, ada beberapa jenis obat golongan tersebut yang dapat menyebabkan gejala batuk kering yang biasanya akan menghilang jika pengunaan obat tersebut dihentikan. Tetapi untuk memutuskan apakah pengobatan tetap dilanjutkan atau perlu dihentikan, pasien harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang meresepkan obat tersebut jika gejala batuk sangat mengganggu.

8. Apakah batuk berlangsung lebih dari satu minggu ? 
Apakah pasien mengalami gejala - gejala berikut ini ?
  • Batuk disertai dahak berwarna kuning, coklat, atau hijau
  • Demam (suhu tubuh diatas 38 derajat celcius)
  • Disertai dengan sesak napas
Jika terdapat gejala diatas pasien mungkin mengalami pneumonia, yaitu peradangan paru yang disebabkan oleh   infeksi bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya. Anjurkan pemeriksaan lebih lanjut dan ikuti petunjuk dokter. Tetapi jika gejala diatas tidak nampak, pasien mungkin mengalami bronkitis, yaitu infeksi saluran udara didalam paru - paru. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan ikuti petunjuk dokter.

9. Apakah batuk disertai dengan dahak yang jernih atau berwarna kuning pucat ? Jika pasien mengalami demam (suhu tubuh diatas 38 derajat celcius) dan disertai sakit kepala, pasien mungkin mengalami flu (influenza), yaitu infeksi virus yang menyerang saluran   pernafasan bagian atas dengan gejala yang lebih berat daripada selesma (batuk pilek). Anjurkan   pemeriksaan lebih lanjut dan ikuti petunjuk dokter.

10. Apakah batuk disertai dengan gejala - gejala berikut ini ? 
  • Hidung meler/berair
  • Hidung tersumbat
  • Bersin - bersin
  • Nyeri tenggorokan
Jika terdapat gejala-gejala tersebut, pasien mungkin mengalami selesma. Apabila tidak terdapat gejala diatas maka batuk mungkin disebabkan oleh penyakit lainnya. Anjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Anjuran Untuk Pasien

  • Minumlah sekurang - kurangnya 8 - 10 gelas air putih setiap hari.
  • Minum cairan hangat (seperti : sup) dapat membantu menjaga kelembaban pada saluran pernapasan dan juga bermanfaat sebagai dekongestan saluran napas.
  • Hindari lingkungan yang dingin dan kering. Usahakan agar lingkungan sekitar tetap hangat.
  • Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan iritasi tenggorokan, seperti : pemaparan terhadap debu atau merokok.
  • Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunan obat - obat yang dapat menyebabkan batuk kering. Obat anti hipertensi diketahui dapat menimbulkan batuk kering. Tanyakan kepada dokter mengenai perlu tidaknya mengganti obat tersebut dengan obat lainnya yang tidak menyebabkan batuk kering.
  • Hindari konsumsi alkohol atau minuman yang mengandung kafein karena dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan.
  • Kumur - kumur dengan air putih selama satu menut 3 kali sehari dapat meredakan gejala batuk.
  • Perbanyak istirahat.
  • Paracetamol dapat digunakan untuk mengatasi demam dan nyeri yang menyertai batuk. Namun demikian, beberapa jenis obat batuk pilek yang sudah dilengkapi dengan paracetamol sehingga tidak lagi diperlukan pemberian paracetamol secara terpisah agar tidak mengakibatkan overdosis.
  • Dekongestan, seperti phenylephrine, dapat digunakan untuk mengatasi gejala hidung tersumbat yang menyertai batuk, terutama jika pasien mengalami postnasal drip. Namun demikian, phenylephrine tidak boleh digunakan oleh pasien yang mengidap tekanan darah tinggi atau anak yang berusia dibawah 6 tahun dan obat ini harus dikonsumsi dibawah anjuran dokter.
  • Jangan menggunakan anti histamin karena obat ini cenderung mengentalkan dahak/lendir sehingga tertimbun dalam paru, tidak dapat dikeluarkan. Apabila sedang dalam perawatan dengan anti histamin, konsultasikan dengan dokter, jangan langsung menghentikan perawatan. 
  • Jangan menggunakan antibiotik untuk mengatasi batuk, kecuali diresepkan oleh dokter. Penggunaan antibiotik secara sembarangan, membuat kuman penyebab menjadi kebal sehingga tidak mempan lagi diatasi dengan antibiotik.

Tips

  • Jika terjadi kekambuhan setelah diterapi, anjurkan pasien untuk segera kontrol kembali ke dokter.
  • Informasikan kepada pasien mengenai efek samping apa saja yang mungkin disebabkan oleh obat batuk tertentu, terutama yang mengandung derivat/turunan opiat.
  • Juga informasikan kepada pasien mengenai efek samping lainnya dari obat batuk, seperti : ketergantungan obat, dan rasa kantuk. 
  • Diskusikan dengan pasien mengenai cara - cara pencegahan dan penanganan batuk. 

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search