Wednesday, October 24, 2018

Demam Tifoid, Identifikasi, dan Penanganannya

Demam Tifoid, Identifikasi, dan Penanganannya



Demam tifoid, juga dikenal sebagai demam enterik, adalah penyakit bakterial yang menimbulkan efek pada saluran pencernaan dan terkadang pada aliran darah. Penyakit yang berpotensi mengancam jiwa ini disebabkan oleh salmonella typhi. 

Individu yang mengalami demam tifoid akan membawa bakteri ini di dalam aliran darah dan saluran pencernaannya, serta dapat menularkan infeksi tersebut secara langsung kepada orang lain. Penyakit ini kebanyakan terjadi di daerah - daerah yang memiliki sanitasi dan sistem pembuangan limbah yang buruk.

Bakteri penyebab memasuki saluran pencernaan, lalu menyebar dari usus halus kedalam hati, limpa, dan kandung empedu melalui darah, lalu berkembang biak dalam organ - organ tersebut. Lalat juga dapat menjadi serangga yang membantu penyebaran bakteri penyebab demam tifoid secara langsung dari feses/kotoran manusia ke makanan. 

Gejala - gejala demam tifoid akan muncul 1 - 3 hari sesudah orang terpapar dengan bakteri penyebab. Demam tifoid tidak lagi menular apabila bakteri penyebabnya sudah tidak didapati didalam feses atau urine, biasanya kurang lebih satu minggu sesudah gejala - gejala membaik.

Namun pada beberapa individu tertentu, kendati sudah sembuh dari demam tifoid, masih tetap ditemukan bakteri Salmonella typhi didalam fesesnya selama bertahun-tahun. Mereka tampak sehat, tanpa gejala - gejala penyakit, tetapi sejatinya mereka masih tetap membawa bakteri didalam sistem tubuhnya. Bila tidak segera diberikan terapi, demam tifoid dapat berakibat fatal (kematian).

Identifikasi Demam Tifoid

1. Apakah pasien mengalami gejala - gejala berikut ini ?
  • Demam tinggi (39 derajat celcius - 40 derajat celcius)
  • Diare (anak - anak lebih rentan mengalami diare dibandingkan orang dewasa)
  • Konstipasi (pasien dewasa dapat mengalami konstipasi yang berat)
  • Sakit kepala
  • Tidak enak badan
  • Batuk kering
  • Bradikardi
  • Anoreksia
  • Ruam - ruam dengan bintik - bintik merah (pada dada bagian bawah dan perut bagian atas)
Jika Ya, Apakah pasien mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak terjamin kebersihannya, tidak/kurang matang, atau tidak disiapkan dengan higienis, atau minum air mentah ?
  • Jika Ya, Pasien mungkin mengalami demam tifoid. Pasien mungkin perlu diberikan antibiotik.  Pasien sebaiknya segera diperiksakan ke dokter atau ke rumah sakit terdekat.
  • Jika Tidak, Apakah pasien memiliki salah satu faktor - faktor risiko dibawah ini ?
  1. Bekerja atau bepergian kedaerah endemik demam tifoid.
  2. Kontak dekat dengan orang yang sedang terinfeksi atau belum lama terinfeksi demam tifoid.
  3. Sistem imun yang diperlemah oleh obat tertentu seperti kortikosteroid atau penyakitimunitas seperti HIV/AIDS
  • Jika Ya, Pasien mungkin mengalami demam tifoid. pasien mungkin perlu diberikan antibiotik. Pasien sebaiknya segera diperiksakan ke dokter atau ke rumah sakit terdekat.

Jika Tidak,
2. Periksakan diri ke dokter. Individu yang tidak mendapatkan terapi mungkin akan mengalami demam yang berkepanjangan hingga berminggu - minggu atau berbulan - bulan, dan sebagian kecil dapat mengalami kematian akibat infeksi tersebut.

Anjuran Untuk Pasien

  • Hindari tempat yang kotor dan daerah dengan sanitasi yang buruk.
  • Hindari daerah endemik demam tifoid. Bila terpaksa bepergian atau tinggal di daerah tersebut, lakukan tindakan antisipasi sebagai berikut :
  1. Rebus air sebelum digunakan untuk minum atau menyikat gigi.
  2. Hindari makanan yang disimpan pada suhu ruangan. Pilih makanan yang benar - benar matang dan disajikan dalam keadaan panas.
  3. Jangan mengonsumsi makanan mentah. Masaklah terlebih dahulu. Bila hendak mengonsumsi buah, kupas dahulu kulitnya sebelum dimakan.
  4. Jangan membeli makanan dan minuman yang dijual sembarangan dan tidak terjamin kebersihannya.
  5. Jangan membeli minuman yang ditambahkan es batu, kecuali jika es batu tersebut jelas diketahui berasal dari air matang atau air dalam kemasan.
  6. Jangan biarkan makanan dalam keadaan terbuka, gunakan penutup makanan, dan simpan makanan dalam tempat yang bebas kecoa, lalat, dan tikus.
  7. Bawa selalu gel atau cairan pembersih tangan khusus yang mengandung alkohol, khususnya untuk kondisi dimana air atau air bersih tidak tersedia.
  • Imunisasi dianjurkan hanya untuk mereka yang sering terpapar dengan bakteri penyebab demam tifoid (misalnya ahli mikrobiologi, dokter, petugas lab), pelancong, atau anggota keluarga yang diketahui "pembawa kuman penyebab tifoid". Namun demikian, vaksin tidak 100% efektif melindungi seseorang dari risiko terkena demam tifoid. Karena itu, langkah - langkah pencegahan diatas harus dilakukan.
  • Cuci tangan secara seksama dengan sabun dan air bersih sesudah menggunakan toilet, sebelum menyiapkan makanan, dan sebelum makan.
  • Makan antibiotik sesuai anjuran dokter, jangan dihentikan sebelum waktu yang diinstruksikan dokter, walaupun tubuh sudah terasa lebih enak/membaik setelah beberapa hari mengonsumsi antibiotik tersebut.
  • Jalani diet sehat untuk membantu mengganti nutrisi yang hilang selama sakit.
  • Tingkatkan asupan cairan (perbanyak minum) untuk mencegah dehidrasi yang dapat diakibatkan oleh demam dan diare.

Tips

  • Jika terjadi reaksi alergi, instruksikan pasien untuk segera memberitahu dokter.
  • Jika demam tifoid tidak membaik kendati sudah diberikan obat, instruksikan pasien untuk segera kontrol kembali ke dokter.
  • Diskusikan dengan pasien mengenai cara - cara pencegahan dan penanganan demam tifoid.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search