Wednesday, October 24, 2018

Demam Dengue, Identifikasi, dan Penanganannya

Demam Dengue, Identifikasi, dan Penanganannya



Demam Dengue adalah suatu infeksi virus yang dapat mengenai bayi, anak kecil, dan juga orang dewasa, kebanyakan kasusnya terjadi sesaat setelah musim hujan, baik di negara tropis maupun di negara subtropis.

Virus dengue ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk betina Aedes, biasanya Aedes aegypti (nyamuk lokal yang menggigit di siang hari dan menaruh telur - telurnya didalam tempat penampungan air dan cenderung menggigit manusia).

Virus akan beredar didalam darah individu yang terinfeksi selama 2 - 7 hari, lebih kurang pada saat bersamaan dengan timbulnya gejala demam. Pada umumnya nyamuk Aedes akan mendapat virus ketika menggigit dan menghisap darah orang yang telah terinfeksi virus dengue.

Setelah masa inkubasi (4 - 10 hari), nyamuk yang terjangkit virus dapat menyebarkan virus selama hidupnya pada individu yang rentan. Ada empat tipe virus dengue (dengue 1,2,3, dan 4) dari genus flavivirus yang menyebabkan demam dengue di seluruh dunia.

Pasien yang sembuh dari infeksi salah satu tipe virus hanya akan mendapat kekebalan terhadap tipe tersebut seumur hidupnya, karena tiap tipe virus cukup berbeda dan tidak ada perlindungan silang. seseorang dapat terinfeksi sedikitnya 2 tipe virus, bila tidak terinveksi semua tipe pada hidupnya. 

Dengue Haemorrhagic Fever (DHF)/ Demam Berdarah Dengue (DBD), merupakan komplikasi yang berbahaya, ditemukan pertama kali pada tahun 1950-an. Faktor risiko penting DBD termasuk strain virus yang menginfeksi, umur pasien, dan riwayat infeksi dengue sebelumnya.

Individu dengan riwayat infeksi virus dengue akan berisiko mengalami gejala - gejala berat jika terinfeksi tipe virus dengue lainnya. DBD dapat berlanjut menjadi Dengue Shock Syndrome (DSS)/ Sindrom Syok Dengue (SSD), yang merupakan kegawatan medis dan dapat berakibat fatal bila pasien tidak segera ditangani secara tepat.

Identifikasi Demam Dengue

Pasien datang dengan gejala demam tinggi.

1. Apakah awitan gejala demam terjadi secara tiba - tiba disertai gejala - gejala berikut ?
  • Bintik - bintik merah (ruam) yang tidak menonjol pada kulit
  • Kejang
  • Pendarahan minor (hidung atau gusi) dan kecendrungan pendarahan lainnya (misalnya darah haid yang banyak, muntah darah, atau diare disertai darah)
  • Memar bewarna keunguan
  • Nyeri perut
Jika Ya, Apakah demam disertai gejala - gejala berikut ini ?
  • Nadi cepat dan lemah
  • Tekanan darah rendah
  • Kulit teraba dingin dan lembab
  • Disorientasi

  • Jika Ya, Pasien mungkin mengalami Dengue Shock Syndrome (DSS). Gawat Darurat. Rujuk pasien segera ke rumah sakit terdekat.
  • Jika Tidak, Pasien mungkin mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Gawat Darurat. Rujuk pasien segera ke rumah sakit terdekat.
Jika Tidak
2. Apakah disertai dengan satu atau lebih gejala - gejala dibawah ini ?
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan persendian
Jika Ya, Apakah pasien mengalami gejala hidung berair (meler) ?
  • Jika Ya, Pasien mungkin mengalami inveksi virus seperti flu, dll. Anjurkan pasien untuk tidur atau beristirahat. Dapat diberikan obat anti piretik untuk meredakan demam dan meredakan rasa sakit sesuai dengan anjuran dokter atau anjurkan pasien untuk segera kontrol kembali ke dokter bila ia mulai merasa sesak/kesulitan bernapas atau jika demam tetap tinggi selama lebih dari 48 jam.
Jika Tidak, Apakah disertai dengan gejala - gejala berikut ini ?
  • Ruam kulit muncul seiring dengan redanya demam atau ruam muncul dalam waktu 3 - 5 hari sesudah timbulnya demam, dan dapat menyebar dari tubuh ke lengan, tungkai, dan wajah.
  • Rasa logam pada mulut, kehilangan nafsu makan, muntah, diare, nyeri perut.
  • Nyeri di belakang bola mata.
  • Jika Ya, Pasien mungkin mengalami demam dengue. Gawat Darurat. Rujuk pasien segera ke rumah sakit terdekat.

Jika Tidak
3. Beri penanganan yang tepat pada pasien karena infeksi asimtomatik juga umum terjadi.

Anjuran Untuk Pasien

  • Tempatkan pasien dibawah kelambu nyamuk sampai demam kedua berakhir saat demam tidak lagi menular.
  • Minumlah banyak cairan untuk mencegah dehidrasi dan mengatur pola makan yang seimbang
  • Untuk perlindungan pribadi, gunakan semprotan nyamuk yang mengandung DEET saat mengunjungi tempat endemik yang tinggi risiko demam dengue. Kenakan celana panjang dan baju lengan panjang.
  • Hindari kontak dengan nyamuk, dengan menghindari air tergenang dan usahakan berada di dalam rumah 2 jam sebelum matahari terbit dan terbenam.
  • Buanglah sampah padat dengan benar dan perbaiki metode penampungan air untuk mencegah akses bertelur dari nyamuk betina.
  • Mencegah perkembangbiakan nyamuk melalui penyemprotan insektisida secara berkala terhadap habitat larva, terutama yang dianggap bermanfaat bagi rumah tangga, seperti bak penampungan air.

Tips

  • Apabila demam dengue menetap selama lebih dari satu minggu dan tidak membaik sesudah diberikan terapi, intruksikan pasien untuk segera kembali ke dokter.
  • Diskusikan dengan pasien mengenai cara - cara pencegahan dan penanganan demam dengue.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search