Thursday, October 25, 2018

Demam, Identifikasi, dan Penanganannya

Demam, Identifikasi, dan Penanganannya


Demam adalah kondisi umum dimana suhu tubuh lebih tinggi daripada normal 37,5 derajat celcius yang diukur dengan termometer oral atau 38 derajat celcius yang diukur secara rektal. Demam dapat menjadi gejala dari kondisi lain, seperti infeksi dan dapat juga terjadi pada kasus dimana terjadi dengan gejala lain, seperti sinusitis, campak, dll.

Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh inveksi virus seperti pilek dan influenza. Selain inveksi bakteri dan virus, penyebab demam lainnya meliputi kanker, alergi, gangguan hormonal, penyakit autoimun, atau kerusakan hipotalamus. Demam merupakan peran penting sebagai bagian pertahanan tubuh terhadap beberapa infeksi.

Identifikasi Demam

Pasien datang dengan keluhan demam, suhu tubuh 37,5 derajat celcius atau lebih.

1. Apakah pasien mengalami batuk, nyeri tenggorokan, tenggorokan gatal, batuk kering dan gatal, atau sakit kepala ringan? Jika hal ini terjadi, kemungkinan pasien mengalami penyakit virus ringan seperti selesma atau flu sehingga dapat  diberikan obat anti piretik dan obat pereda gejala lainnya, misalnya dekongestan, sesuai dengan anjuran dokter.

2. Apakah pasien mengalami kesulitan bernapas, walaupun sedang beristirahat/tidak beraktivitas ? Apakah disertai dahak berwarna kecoklatan? Hal ini dapat terjadi apabila pasien mengalami infeksi saluran pernapasan yang lebih serius, seperti pneumonia, yang menyebabkan inflamasi jaringan paru. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan ikuti instruksi dan obat yang diberikan dokter.

3. Apakah pasien batuk disertai dahak berwarna kehijauan atau keuningan? Apabila batuk berdahak berwarna kehijauan atau kekuningan dengan kesulitan pernapasan, pasien mungkin mengalami bronkitis. Yang menyebabkan inflamasi pada bronkus. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan ikuti penanganan dokter yang sesuai.

4. Apakah pasien batuk disertai dahak dan darah ? Hal ini mungkin dikarenakan tuberkolosis, infeksi bakteri pada paru yang sangat menular. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan ikuti petunjuk dokter dengan terapi/penanganan yang sesuai.

5. Apakah pasien mengalami gejala - gejala berikut ini ?
  • Sakit kepala hebat
  • Kaku kuduk
  • Mengantuk
  • Muntah
  • Mata pasien menjadi lebih sensitif terhadap sinar/cahaya
Apabila hal ini terjadi, pasien mungkin mempunyai gejala meningitis, infeksi pada selaput otak. Bawa segera ke rumah sakit atau dokter terdekat untuk pemeriksaan lanjutan.

6. Apakah gejala demam disertai rasa sakit, menggigil, mual, muntah, kram, atau diare dan mengalami nyeri di bagian lambung? jika hal ini terjadi pasien mungkin mengalami kondisi medis berat, seperti apendistis, pankreatitis, hepatitis, atau kolitis. Gawat Darurat. Bawa segera ke rumah sakit terdekat. Tetapi hal ini juga sulit dibedakan pada pasien yang mengalami gastroenteritis. Pasien dapat diberikan cairan rehidrasi oral (oralit), obat antidiare, dan antipiretik. Anjurkan pasien untuk kembali kontrol ke dokter bila diare semakin berat, disertai darah, atau muntah - muntah selama lebih dari 12 jam.

7. Apakah demam bersifat ringan ? apakah gejala demam hilang timbul selama berminggu - minggu, disertai nyeri tenggorokan dan rasa lelah ? jika hal ini terjadi, pasien mungkin mengalami inveksi virus. Lakukan pemeriksan lebih lanjut dan ikuti terapi yang sesuai.

8. Apakah pasien mengalami gejala nyeri tenggorokan disertai sakit kepla hebat ? Pasien mungkin mengalami infeksi virus atau infeksi bakteri streptokokus pada tenggorokan. Dapat diberikan antipiretik/analgesik dan obat batuk. anjurkan pasien untuk segera periksa kembali bila gejala - gejala tidak membaik atau bahkan memburuk setelah 48 jam.

9. Apakah disertai gejala nyeri di telinga bagian dalam ? Aapakah rasa nyeri semakin menjalar bila daun telinga ditarik ? Pasien mungkin mengalami infeksi telinga tengah atau infeksi telinga luar. Kedua kondisi ini dapat mengarah ke infeksi yang lebih serius. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berikan penanganan/terapi yang tepat.

10. Apakah pasies sehabis terpapar dengan suhu lingkungan yang tinggi didalam ataupun diluar ruangan ? Peningkatan suhu tubuh pasien mungkin disebabkan oleh heat exhaustion. Anjurkan pasien untuk mengonsumsi minuman dingin dan beristirahat di tempat yang sejuk/dingin. Pantau suhu tubuh hingga kembali ke suhu normal. Jika peningkatan suhu tubuh berlanjut, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berikan terapi yang sesuai.

Anjuran Untuk Pasien

  • Waspadai tanda - tanda seperti delirium, muntah, diare, dll.
  • Mandi air bersuhu ruangan atau kompres dingin dengan air biasa seringkali bermanfaat meredakan demam dan membuat pasien lebih nyaman. Tapi jangan gunakan kompres dengan es batu.
  • Kenakan pakaian yang tidak terlalu tebal, karena hal ini justru akan menahan panas tubuh pasien.
  • Jangan gunakan kompres alkohol karena uap alkohol akan terhirup dan dapat menyebabkan masalah lainnya.
  • Minum banyak air (sekurang-kurangnya 8 gelas/hari) karena demam dapat menyebabkan dehidrasi.
  • Cek apakah pasien mengetahui cara menggunakan dan membaca termometer dengan benar.

Tips

  • Apabila demam tidak membaik setelah 2 hari atau bahkan memburuk sesudah diberikan terapi, instruksikan pasien untuk segera kembali ke dokter.
  • Informasikan kepada pasien mengenai kemungkinan efek samping dari beberapa OAINS, seperti iritasi dan ulkus lambung.
  • Diskusikan dengan pasien mengenai cara - cara pencegahan dan penanganan demam. 

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search