Friday, October 26, 2018

Dislipidemia, Identifikasi, dan Penanganannya

Dislipidemia, Identifikasi, dan Penanganannya



Dislipidemia adalah suatu kelainan metabolism dimana terdapat kadar lemak atau lipid yang abnormal di dalam darah. Lemak yang dimaksud meliputi kolestrol, trigliserida, atau kombinasi keduanya. Baik kolestrol maupun trigliserida juga dikenal sebagai lipoprotein serum.

Kolestrol adalah suatu elemen esensial yang terkandung dalam semua membrane sel manusia dan merupakan komponen pembentuk hormone steroid dan asam empedu. Tidak adanya kolestrol dalam tubuh akan menyebabkan terganggunya beberapa fungsi tubuh, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Itu sebabnya keberadaan kolestrol dalam tubuh perlu dipertahankan dalam kadar tertentu (tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah).

Trigliserida merupakan elemen esensial yang memungkinkan terjadinya proses transfer energi dari makanan yang dikonsumsi kedalam sel-sel tubuh. Lipoprotein digolongkan menurut densitas (kepadatan) nya. Tingginya densitas didasarkan pada jumlah kolestrol, trigliserida, dan apoprotein yang ada.

Lipoprotein dengan densitas tertinggi dan ukuran terkecil yaitu High Density Lipoproteins (HDL), yang merupakan kolestrol baik. Lipoprotein dengan densitas paling rendah dan ukuran paling besar adalah Low Density Lipoproteins (LDL). LDL dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia, dan biasanya meningkat seiring dengan bertambah tuanya seseorang.

Kadar LDL normalnya lebih tinggi pada pria, dibandingkan dengan wanita. Pasien hiperlipidemia memiliki risiko aterosklerosis, yang dapat mengakibatkan gangguan jantung.


Identifikasi Dislipidemia

Pasien memiliki nodul - nodul lemak kekuningan pada kulit dibawah mata, siku, atau lutut.

1. Apakah pasien mengalami gejala - gejala berikut ini ?
  • Pusing
  • Nyeri dada pada saat beraktivitas
  • Nyeri yang menjalar dari dagu ke pusar, termasuk bahu dan lengan
  • Berkeringat dingin

Jika pasien mengalami gejala - gejala tersebut, pasien mungkin mengalami penyakit jantung. Berikan terapi yang tepat untuk pasien.

2. Apakah pasien memiliki riwayat keluarga dengan kadar kolestrol darah yang tinggi ?

Jika pasien memiliki riwayat keluarga dengan kadar kolestrol darah yang tinggi, anjurkan pasien untuk berkonsultasi dengan dokter guna menjalani pemeriksaan kolestrol. Bagi individu sehat yang berisiko mengalami dislipidemia juga dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan kadar lemak darah tiap 5 tahun sekali sejak usia 20 tahun.

3. Apakah pasien memiliki risiko faktor - faktor risiko berikut ini ?
·      Kelebihan berat badan atau kegemukan (obesitas)
·      Diabetes
·      Hipertensi
·      Jarang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik
·    Mengalami kondisi tertentu seperti penyakit ginjal, gagal ginjal kronik, penyakit hati kronik, atau penurunan fungsi kelenjar tiroid.
·     Hamil

Pasien mungkin mengalami dislipidemia, yang ditandai dengan kadar abnormal dari kolestrol, trigliserida, dan lipoprotein di dalam darah. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berikan terapi yang sesuai.

Jika pasien tidak memiliki faktor - faktor risiko tersebut, segera rujuk pasien ke dokter spesialis penyakit dalam.


Anjuran untuk Pasien

  • Berhenti merokok.
  • Batasi asupan lemak harian total hingga 25-35% dari jumlah kalori total.
  • Hindari makanan yang banyak mengandung gula.
  • Gunakan minyak tak jenuh tunggal seperti minyak canola atau minyak zaitun untuk memasak makanan.
  • Makan banyak buah dan sayuran sebanyak sebanyak 5 porsi atau lebih setiap hari.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol.
  • Berolahraga secara rutin, terutama aerobic
  • Pertahankan perilaku hidup sehat, termasuk diet rendah lemak dan rendah kolesterol.
  • Kurangi kelebihan berat badan.
  • Lakukan pemeriksaan kadar kolesterol darah secara berkala.
  • Makan makanan yang mengandung serat yang dapat larut sebanyak 20-30 g/hari.
  • Untuk membantu mengendalikan kadar trigliserida dan LDL, makanlah makanan yang kaya asam lemak omega 3.
  • Psyllium, suplemen yang mengandung serat yang dapat larut, juga dapat dikonsumsi untuk membantu memperbaiki ratio HDL/LDL.


Tips

  • Pada kasus dimana dislipidemia tidak membaik walaupun sudah diberikan pengobatan, periksakan pasien ke dokter spesialis penyakit dalam.
  • Diskusikan dengan pasien mengenai cara - cara pencegahan dan penanganan dislipidemia.


Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search