Wednesday, October 31, 2018

Kebotakan, Identifikasi dan Penanganannya

Kebotakan, Identifikasi dan Penanganannya



Kebotakan dapat diklasifikasikan berdasarkan faktor penyebab dan pola kebotakan yang sedang terjadi. Penipisan rambut terjadi secara alamiah seiring dengan bertambah tuanya usia seseorang, baik pada pria, maupun wanita, biasanya sesudah usia 50 tahun.

Umumnya, kebotakan disebabkan oleh faktor keturunan, trauma, zat kimia, obat - obatan tertentu, status nutrisi yang buruk, dan stress. Penyebab lainnya dari kebotakan yaitu sirkulasi darah yang buruk, infeksi, penyakit kulit, kanker, masalah hormonal, dan kegagalan fungsi ginjal atau kegagalan fungsi hati.


Identifikasi Kebotakan

Pasien datang dengan keluhan rambut menipis.

1. Apakah garis batas rambut semakin mundur, dan terjadi penipisan rambut di bagian atas kepala hingga akhirnya rambut berhenti tumbuh ? dan apakah pasien memiliki faktor keturunan kebotakan dalam keluarga ?
Kemungkinan ini adalah alopesia androgenic, Suatu penyakit genetic yang berhubungan dengan hormon seks pria. Juga dikenal sebagai male pattern hair loss dan kemungkinan manifestasi gangguan ini akan meningkat seiring dengan bertambah tuanya usia seseorang.

2. Apakah kebotakan bersifat ringan, tidak mengenai seluruh kulit kepala ? dan apakah area yang terkena mengalami inflamasi dan bersisik ?
Kemungkinan kondisi ini adalah infeksi jamur pada kulit kepala, contohnya : scabies, yang ditandai dengan kulit kemerahan dan kulit bersisik yang membentuk lingkaran pada area yang mengalami inflamasi. Jika area yg terkena kebotakan tidak mengalami inflamasi ataupun bersisik, kemungkinan ini adalah alopesia areata, bentuk kebotakan yang umumnya dihubungkan dengan penyakit autoimun. Kondisi ini menimbulkan jejak berupa bercak - bercak kebotakan yang seringkali berbentuk bundar, di berbagai area di kulit kepala. Rujuk pasien ke dokter spesialis terkait.

3. Apakah kondisi ini melibatkan seluruh area kulit kepala ?
Kemungkinan ini adalah alopesia totalis, yang merupakan bentuk lebih lanjut dari alopesia areata. Alopesia totalis didefinisikan sebagai kebotakan total di seluruh kulit kepala. Rujuk pasien ke dokter spesialis terkait.

4. Apakah kondisi ini berdampak ke seluruh tubuh ?
Kemungkinan ini adalah kasus alopesia universalis, yang merupakan bentuk terberat alopesia areata yang paling banyak dijumpai. Ditandai dengan kebotakan rambut di seluruh tubuh. Rujuk pasien ke dokter spesialis terkait.

5. Apakah kebotakan terjadi secara tiba - tiba, dan diakibatkan oleh paparan terhadap zat kimia atau radiasi ?
Kemungkinan ini merupakan kasus anagen effluvium, yang didefinisikan sebagai terhentinya pertumbuhan rambut secara mendadak sesudah kemoterapi kanker atau terkena paparan radiasi. Kondisi ini biasanya bersifat reversible (dapat pulih kembali) dan rambut akan tumbuh kembali sesudah terapi atau paparan dihentikan.

6. Apakah pasien sedang dalam keadaan stress (fisik dan/ataupun mental) karena kondisi dibawah ini?
·         Kehamilan
·         Persalinan
·         Gizi buruk
·         Menderita penyakit serius dalam waktu lama
·         Gangguan tiroid
·         Obat - obat tertentu
·         Berhenti menggunakan pil KB

Kemungkinan kasus ini adalah telogen effluvium, yang didefinisikan sebagai peningkatan kerontokan rambut akibat berbagai stress fisik atau emosional. Kondisi ini hanya berlangsung untuk sementara waktu dan rambut akan tumbuh kembali jika faktor penyebabnya sudah teratasi atau tertangani.

7. Apakah pasien sering menjalani berbagai macam perawatan rambut ?
Kemungkinan kasus ini adalah alopesia traksi, dimana kebotakan terjadi akibat stress dan ketegangan pada rambut karena tindakan yang dilakukan terhadap rambut, misalnya karena menggulung rambut, meluruskan, mengeriting, menyisir, dll yang berlangsung dalam waktu lama. Kondisi ini biasanya hanya berlangsung sementara, Namun demikian kebotakan yang terjadi dapat bersifat permanen jika rambut yang rapuh tersebut sering ditarik terlalu kuat.

8. Jika hasil diagnosis tidak dapat diketahui dengan skema diatas, Gejala-gejala yang terjadi munkin disebabkan penyakit lainnya. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi yang tepat.


Anjuran Untuk Pasien

  • Hindari atau berhenti menggunakan sampo yang bersifat kuat dan produk perawatan rambut lainnya yang dapat menyebabkan atau diketahui dapat menyebabkan kerontokan rambut.
  • Keringkan rambut dengan menekan-nekannya dengan handuk.
  • Gunakan sisir bergigi jarang. Sisir bergigi rapat cenderung membuat rambut tertarik dan rontok.
  • Sisirlah rambut secara perlahan mulai dari akarnya sehingga minyak yang dihasilkan oleh kulit kepala dapat disebarkan secara merata diseluruh area rambut.
  • Hindari gaya rambut dan metode perawatan rambut yang dapat menyebabkan rambut patah dan rontok.
  • Setelah membubuhkan sampo di rambut, pijat-pijat kulit kepala dengan jari-jari tangan dan jangan menggaruk-garuknya dengan kuku.
  • Lakukan latihan relaksasi untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan.
  • Merencanakan menu makanan dengan gizi seimbang.
  • Konsultasikan dengan dokter jika penipisan rambut diduga disebabkan karena obat - obat yang sedang digunakannya.
  • Jika kebotakan hanya dialami pada area tertentu saja, tidak seluruh kulit kepala, tutupi bagian yang mengalami kebotakan tersebut dengan rambut yang dipanjangkan hingga menutupi area kebotakan.
  • Untuk individu yang mengalami kebotakan permanen, cobalah untuk mengenakan rambut palsu atau menjalani metode implant rambut.



Tips
  • Jika terjadi eksaserbasi sesudah diterapi atau jika terjadi kebotakan yang parah, anjurkan pasien untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit segera.
  • Diskusikan cara - cara pencegahan dan penanganan kebotakan.


Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search