Wednesday, October 31, 2018

Kembung, Identifikasi, dan Penanganannya

Kembung, Identifikasi, dan Penanganannya



Kembung seringkali dirasakan sebagai nyeri tajam, seperti di tusuk - tusuk, atau kram pada perut karena banyaknya gas didalam perut. Gejala nyeri seringkali sangat berat, tetapi hanya sebentar. Kembung seringkali disebabkan oleh tekanan udara, konsumsi makanan yang menghasilkan gas, atau penyakit tertentu yang menyebabkan terganggunya penyerapan makanan oleh tubuh. Rasa tidak nyaman ini dapat reda sesudah gas yang terakumulasi didalam perut tersebut dikeluarkan melalui mulut (bersendawa) atau anus (buang angin).


Identifikasi Kembung

Pasien datang dengan perut kembung disertai dengan nyeri tajam seperti ditusuk - tusuk, atau kram pada perut.

1. Apakah nyeri perut tersebut bersifat persisten dan sangat hebat, berlangsung sepanjang hari, serta mengganggu aktivitas pasien sehari-hari ? Bawa pasien segera ke rumah sakit atau dokter terdekat.

2. Apakah pasien adalah bayi, dan mengalami gejala-gejala dibawah ini ? dan apakah bayi tampak cukup gemuk/berisi ?
  • Rewel
  • Menangis selama 3 jam/hari, dan lebih dari 3 hari dalam seminggu.
  • Wajah merah

·         Posisi kedua tungkai menekuk (meringkuk), kedua tangan terkepal. Dan otot perut terlihat menegang.
Bayi mungkin mengalami kolik yang mungkin disebabkan karena menelan banyak gas/udara sewaktu menyusu atau menangis, atau menghisap jari tangannya, atau karena jenis susu formula yang diminumnya. Rujuk pasien ke dokter spesialis anak. Jika bayi tidak terlihat gemuk/berisi, bayi mungkin hanya merasa lapar. Tangisannya mungkin akan berhenti bila bayi diberi makan/susu.

3. Apakah ada peningkatan frekuensi buang air besar ? dan apakah feses/kotorannya tampak berlemak dan berbau busuk ?
Mungkin bayi mengalami penyakit seliak, Ditandai dengan intoleransi terhadap gluten yang terkandung didalam makanan dan mengakibatkan gangguan pencernaan. Gejala lainnya yaitu lemas, sakit perut, dan penurunan berat badan. Rujuk pasien ke dokter spesialis anak.

Jika bayi tidak mengalami gejala tersebut, kemungkinan ini merupakan kasus diare, yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar. Periksa lebih lanjut dan berikan penanganan yang tepat.

4. Apakah pasien menemukan adanya darah didalam fesesnya ? dan apakah pasien mengalami demam serta sedang diobati dengan antibiotic ?
Kemungkinan ini merupakan kasus diare akibat antibiotic. Hentikan penggunaan antibiotic atau ganti dengan antibiotic golongan lain yang lebih aman. Jika pasien tidak sedang menjalani pengobatan dengan antibiotic, gejala - gejala diatas mungkin disebabkan oleh penyakit lain. Anjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Jika pasien tidak mengalami demam, Kemungkinan ini adalah penyakit Crohn, suatu inflamasi pada dinding pencernaan. Seringkali didapati pus (nanah) didalam feses. Gejala lainnya meliputi : tukak, kelelahan menyeluruh, penurunan berat badan, dan sakit perut. Rujuk ke dokter spesialis penyakit dalam.

5. Apakah perut pasien terasa lunak disertai gejala pendarahan per rectal ?
Kemungkinan ini merupakan kasus diverticulitis, inflamasi divertikulum yang disertai gejala muntah dan kembung, Bawa pasien ke dokter penyakit dalam.


Anjuran Untuk Pasien

  • Makanlah secara perlahan dan hindari makanan yang mungkin mengandung udara. Selain itu, kurangi makanan berlemak. 
  • Hindari mengunyah permen karet atau makan permen keras.
  • Hindari menghirup minuman dari sedotan atau dari botol bermulut tipis.
  • Hindari minuman berkarbonasi dan bir.
  • Hentikan kebiasaan merokok.
  • Hindari berbaring setelah makan.
  • Kenali makanan yangbisa memicu kembung dan hindari sebanyak mungkin.
  • Hindari makanan berserat tinggi untuk sementara, lalu tambahkan kembali secara bertahap selama beberapa minggu.
  • Bayi perlu disendawakan setiap setelah makan untuk meminimalkan akumulasi gas pada perut yang pada akhirnya bisa menyebabkan kolik.
  • Jika bayi menderita kolik, gerakan bayi secara berirama (seperti mengayun-ayunkan bayi di pelukan orang tua atau membawa bayi berjalan-jalan di kereta dorong.
  • Agar bayi tidak menelan terlalu banyak udara, cobalah untuk memiringkan botol susu agar susu benar - benar menutupi dot.


Tips

  • Apabila gejala tidak membaik sesudah diberikan terapi, instruksikan pasien untuk segera kembali ke dokter.
  • Diskusikan dengan pasien mengenai cara - cara pencegahan dan penanganan kembung.


Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search