Tuesday, November 20, 2018

Pencegahan Penyakit Radang Usus Buntu

Pencegahan Penyakit Radang Usus Buntu



Apakah anda sering mengalami sakit pada perut bagian kanan bawah ? anda perlu waspada, karena bisa jadi itu merupakan gejala penyakit radang usus buntu. Sebelum membahas lebih jauh mengenai penyakit usus buntu, maka harus dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan usus buntu. Usus buntu adalah usus yang ujungnya buntu yang dalam bahasa ilmiahnya di sebut appendix vermiformix. Usus ini besarnya kurang lebih sebesar jari kelingking, terhubung pada usus besar yang letaknya berada di perut bagian kanan bawah.

Pada awalnya usus buntu hanya dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi. Tetapi, saat ini diketahui bahwa usus buntu (appendix) berfungsi sebagai organ immunologic yang berperan aktif dalam sekresi immunoglobulin (suatu zat untuk kekebalan tubuh) dan berisi kelenjar limfoid. Seperti organ-organ tubuh yang lain, usus buntu dapat mengalami kerusakan atau gangguan penyakit. Hal inilah yang sering kita kenal dengan penyakit radang usus buntu (Appendicitis).

Penyakit radang usus buntu (Appendicitis) biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun ada beberapa faktor lain yang dapat menjadi penyebab seseorang terserang penyakit radang usus buntu. Diantara faktor-faktor tersebut adalah penyumbatan pada lapisan saluran appendiks oleh timbunan feses yang keras, pembesaran jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, kanker primer, dan striktur.

Dari beberapa faktor diatas, yang paling sering menyebabkan penyakit radang usus buntu adalah faktor penyumbatan oleh feses, dan hyperplasia jaringan limfoid. Penyumbatan inilah yang menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak. Perlu untuk diketahui bahwa dalam feses manusia sangat mungkin sekali tercemar oleh bakteri terutama bakteri E.Coli, yang sering menjadi penyebab radang usus buntu.

Makan cabai beserta bijinya ataupun makan jambu klutuk beserta bijinya seringkali tidak dapat dicerna dan akhirnya menyelinap kedalam saluran usus buntu sebagai benda asing. Demikian pula terjadinya pengerasan feses (konstipasi) dalam waktu lama sangat mungkin menyebabkan ada bagiannya yang terselip dan masuk kedalam saluran usus buntu dan pada akhirnya menjadi media atau tempat bersarang bagi bakteri penyebab infeksi radang usus buntu.

Ada beberapa gejala yang mengindikasikan seseorang terserang penyakit radang usus buntu, diantaranya adalah :
  • Sakit perut bagian kanan bawah.
  • Mual, muntah, dan nafsu makan menurun.
  • Gangguan pencernaan.
  • Demam ringan.
  • Sering buang air kecil.
Jika anda sering mengabaikan gejala-gejala tersebut,segera periksakan diri ke dokter. Bila usus buntu anda pecah, hal tersebut dapat mengancam jiwa anda bahkan dapat menyebabkan kematian. Maka dari itu, jika anda merasakan berbagai macam gejala usus buntu seperti yang telah disebutkan di atas, segera cari pertolongan medis.  Semakin dini penyakit usus buntu teridentifikasi maka semakin kecil pula resiko terinfeksi.

Tips Mencegah Penyakit Radang Usus Buntu

  • Meningkatkan Daya Tahan Tubuh. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit usus buntu adalah dengan meningkatkan system imun atau daya tahan tubuh. Karena, Jika system imun tubuh meningkat, maka makanan tidak dapat masuk kedalam saluran usus buntu. Tetapi, jika system imun melemah, makanan dapat dengan mudah menyusup kedalam saluran usus buntu dan menyebabkan makanan tersebut membusuk dan menjadi tempat perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan dan  infeksi didalam organ usus buntu tersebut.
  • Mengkonsumsi makanan kaya serat. Makanan yang kaya akan serat adalah makanan yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya peradangan pada usus buntu. Hal ini disebabkan karena radang yang terdapat didalam usus buntu banyak disebabkan oleh penumpukan feses. Dapat disimpulkan pula bahwa orang yang sering mengalami sembelit memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit radang usus buntu. Oleh sebab itu, banyaklah mengkonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi seperti agar-agar, sayuran, dan buah-buahan. Serat baik untuk pencernaan sehingga feses menjadi lunak, dan buang air besar menjadi lancar.
  • Jangan menunda Buang Air Besar. Orang yang sering menunda BAB (Buang Air Besar), Sangat rentan terkena usus buntu. Karena ketika seseorang menahan BAB, maka akan terjadi penumpukan feses pada orang tersebut yang dapat mengakibatkan terserang penyakit radang usus buntu.
  • Banyak mengkonsumsi air putih. Air putih dapat melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Feses yang keras dapat dilunakkan dengan cairan yang terdapat didalam tubuh. Orang yang duduk selama berjam-jam di depan komputer, juga rentan untuk mengalami sembelit. Sehingga diwajibkan untuk mengkonsumsi air putih 8 gelas per hari.


Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kesehatan keluarga anda. Kini, tak perlu repot lagi antri untuk berobat. Segera Download Aplikasi Rusabook sekarang juga. 

Jangan lupa follow akun sosial media kami di:
Bila ada pertanyaan bisa email ke : info@rusabook.com dan kunjungi website kami di http://www.rusabook.com


Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search