Wednesday, November 21, 2018

Pencegahan Penyakit Jantung Rematik

Pencegahan Penyakit Jantung Rematik



Pernahkah anda mendengar nama penyakit jantung rematik ? mungkin anda sering mendengar penyakit serangan jantung ataupun penyakit jantung koroner, tetapi jarang atau bahkan hampir tidak pernah mendengar nama penyakit jantung rematik. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas mengenai apa itu penyakit jantung rematik, pengobatan, dan upaya pencegahannya.

Penyakit jantung rematik atau dalam bahasa medisnya rheumatic heart disease adalah suatu kondisi dimana terjadi kerusakan pada katup jantung yang bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama katup mitral sebagai akibat adanya gejala sisa dari demam rematik.

Demam rematik merupakan penyakit sistemik yang dapat bersifat akut, kronis, subkronik, atau fulminan, dan dapat terjadi setelah infeksi streptococcus beta hemolyticus grup A pada saluran pernafasan bagian atas. Demam rematik akut ditandai oleh demam berkepanjangan, jantung berdebar keras, dan terkadang tubuh menjadi cepat lelah. Puncak kejadian demam rematik terjadi pada kelompok usia 5-15 tahun. Penyakit ini jarang dijumpai pada anak berusia dibawah 4 tahun dan orang tua diatas 50 tahun.

Seseorang yang mengalami demam rematik, apabila tidak ditangani secara akurat maka sangat mungkin terserang penyakit jantung rematik. Penderita umumnya mengalami sesak nafas yang disebabkan karena jantungnya sudah mengalami gangguan, nyeri sendi yang berpindah-pindah, bercak kemerahan di kulit yang berbatas, gerakan tangan yang tak beraturan dan tak terkendali, atau benjolan-benjolan kecil dibawah kulit. Selain itu beberapa tanda yang turut menyertai adalah nyeri perut, kehilangan berat badan, cepat lelah dan demam.

Gejala jantung rematik ini akan mulai tampak dari minggu pertama sampai minggu keenam setelah bakteri masuk ke kerongkongan. Oleh karena itu, segeralah periksakan diri kedokter jika sudah mulai merasa mengalami gejala-gejala demam rematik.

Terdapat beberapa faktor yang dapat menambah risiko seseorang terserang jantung rematik, diantaranya :
·         Faktor genetic
·         Umur
·         Gizi
·         Ras
·         Jenis kelamin
·         Reaksi autoimun

Pengobatan terhadap penderita jantung rematik salah satunya adalah dengan cara pemberian obat-obatan seperti antibiotic atau anti radang. Pengobatan terapi seperti diet jantung juga dapat dilakukan, namun terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi jika seseorang ingin melakukan diet jantung yang tentu saja hal-hal ini harus sesuai dengan petunjuk dokter dan tenaga medis.


Tips Mencegah Penyakit Jantung Rematik

  • Rutin membersihkan tempat tinggal. Tingkat kebersihan yang tidak baik merupakan faktor utama seseorang terserang penyakit jantung rematik.
  • Membersihkan kasur sebelum tidur. Kuman atau bakteri yang terdapat di tempat tidur akan langsung masuk dan menyerang system pernafasan tubuh manusia pada saat sedang tidur. Karena bisa jadi, virus atau bakteri yang masuk tersebut adalah virus penyebab penyakit jantung rematik.
  • Sering berjalan kaki. Berjalan kaki sering dilakukan oleh para penderita jantung rematik. Tetapi yang perlu diketahui, berjalan kaki ini bukan merupakan bentuk pengobatan terhadap jantung rematik, tetapi merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap penyakit jantung rematik.
  • Sering mengkonsumsi air mineral. Mengkonsumsi air mineral minimal 3 liter perhari dapat mencegah anda terserang penyakit jantung rematik.
  • Menggunakan masker saat dijalan raya.
  • Berhenti minum alkohol.
  • Berhenti merokok.


Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kesehatan keluarga anda. Kini, tak perlu repot lagi antri untuk berobat. Segera Download Aplikasi Rusabook sekarang juga. 

Jangan lupa follow akun sosial media kami di:
Bila ada pertanyaan bisa email ke : info@rusabook.com dan kunjungi website kami di http://www.rusabook.com


Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search