Wednesday, August 28, 2019

Ketahui Penyebab Kejang Pada Bayi Dan Cara Mengatasinya

Ketahui Penyebab Kejang Pada Bayi Dan Cara Mengatasinya


Seringkali, orang tua langsung panik dan khawatir ketika mengetahui bayinya mengalami kejang. Hal tersebut terjadi karena ketidaktahuan orang tua tentang cara mengatasi kejang pada bayi. Fungsi dan gerak tubuh diatur oleh otak melalui hantaran sinyal listrik atau neurotransmitter yang dikirim menuju saraf - saraf otot. Kejang terjadi akibat adanya kelainan aktivitas sinyal listrik tersebut sehingga menyebabkan gangguan pada gerakan, sensasi, kesadaran, atau menimbulkan perilaku ganjil tanpa disadari dan tanpa bisa dikendalikan oleh pemilik tubuh. Kelainan aktivitas neurotransmitter ini dapat dipicu oleh kerusakan saraf yang dapat disebabkan oleh cedera kepala atau cacat lahir, masalah dengan keseimbangan senyawa kimia dalam otak, infeksi, hingga demam tinggi.

Kejang pada bayi cenderung disebabkan oleh demam tinggi, atau yang lebih kita kenal dengan step. Kejang demam atau step sering terjadi pada anak - anak yang berumur 6 bulan hingga 5 tahun. Penyebab kejang demam adalah demam tinggi akibat peradangan atau infeksi. Faktor genetic juga diduga berperan dalam kasus kejang demam pada anak, terutama jika ada riwayat epilepsy dalam keluarga. Gejala yang umum timbul saat bayi mengalami kejang adalah kekakuan otot, bola mata memutar keatas, dan kelojotan skeujur tubuh. Namun, tidak semua kejang melibatkan gerakan kejut tak henti pada seluruh tubuh. Tubuh anak mungkin tiba - tiba lemas seperti tidak bertenaga dan terjatuh. Atau matanya terlihat berkedip tetapi tatapannya kosong dan tidak merespon saat namanya dipanggil atau saat tubuhnya disentuh.

Pertolongan pertama yang dapat anda lakukan jika anak anda mengalami kejang adalah dengan membaringkan anak pada bidang mendatar seperti lantai, kasur, atau tanah. Pindahkan ia ketempat yang lebih aman jika ia mengalami kejang ditempat yang berbahaya. Posisikan tubuhnya berbaring kesamping untuk mencegah air liur atau muntah masuk kedalam saluran napas. Longgarkan pakaian anak agar lebih mudah bernapas. Jangan memasukkan benda apapun kedalam mulut anak yang mengalami kejang. Seseorang yang mengalami kejang tidak boleh diberikan makanan atau minuman apapun, karena hal tersebut dapat menyebabkannya tersedak dan sulit bernapas. Jangan menahan kaki atau tangan anak yang mengalami kejang dengan paksa karena justru dapat menyebabkan patah tulang.

Setelah kejang berangsur pulih, biarkan ia tidur dan beristirahat. Ketika kejang usai, anak mungkin akan merasakan kantuk atau belum sepenuhnya sadar. Terus awasi anak hingga anak terbangun dan sadar sepenuhnya. Bawa kedokter sesegera mungkin untuk mengetahui penyebabnya. Ukur suhu anak saat kejang, amati seberapa lama ia kejang, dan apa yang terjadi saat kejang.


Segera bawa anak ke layanan gawat darurat jika :
  • Tidak pernah mengalami kejang sebelumnya.
  • Kejang kambuhan sangat sering terjadi.
  • Kejang susulan terjadi.
  • Kejang pertama berlangsung lebih dari 5 menit.
  • Kejang pada anak dengan epilepsi berlangsung lebih dari 10 menit.




Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kesehatan keluarga anda. Kini, tak perlu repot lagi antri untuk berobat. Segera Download Aplikasi Rusabook sekarang juga. 

Jangan lupa follow akun sosial media kami di:
Bila ada pertanyaan bisa email ke : info@rusabook.com dan kunjungi website kami di http://www.rusabook.com

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search