Sunday, October 28, 2018

Dermatitis Atopik, Identifikasi, dan Penanganannya

Dermatitis Atopik, Identifikasi, dan Penanganannya

Image result for dermatitis atopik hd

Dermatitis Atopik atau eksema adalah suatu penyakit kulit kronik yang tidak menular. Seringkali dermatitis atopic muncul pada masa bayi dan anak – anak, namun adakalanya juga pada orang dewasa. Penyebab pasti dari dermatitis atopic masih belum di ketahui, walaupun para ahli menemukan bahwa seseorang lebih mudah atau rentan terkena dermatitis atopic jika memiliki orang tua atau saudara kandung yang mengidap asma, alergi, atau eksim.

Faktor – faktor yang dapat memicu timbulnya iritasi atau gatal pada kulit meliputi : zat kimia, zat pelarut, sabun, deterjen, parfum, produk perawatan kulit, asap, alergen (makanan, tungau, kutu binatang), udara kotor, cuaca dingin, panas, keringat, infeksi, kulit kering, serta stress.

Identifikasi Dermatitis Atopik 

Pasien dating dengan keluhan kulit kering, gatal, dan ruam pada wajah, lipat siku, belakang lutut, tangan, atau kaki.

1. Apakah ruam menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan rasa tidak nyaman selama sekurang – kurangnya 3 minggu dan disertai pus? Jika disertai pus (nanah) pasien mungkin mengalami infeksi bakteri atau virus. Pasien dengan dermatitis atopic biasanya mengalami gangguan system imun, yang membuat mereka lebih rentan terinfeksi oleh Staphylococcus dan Streptococcus spp. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berikan terapi yang tepat. Tetapi apabila ruam menyebar ke seluruh tubuh tanpa ada bagian yang disertai pus, dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


2. Apakah pasien berusia dewasa? Jika pasien terpapar iritan, seperti deterjen atau wol, pasien mungkin mengalami dermatitis kontak iritan. Pasien dewasa dengan dermatitis atopik lebih mudah mengalami kondisi ini, yang ditandai dengan gejala kulit merah, dan meradang. Lihat pada Anjuran untuk Pasien.

3. Apakah pasien mengalami gejala – gejala yang sama semasa bayi, kanak – kanak, dan/atau remaja ?
  •  Jika Ya, Pasien mungkin mengalami remisi dermatitis atopik. Bayi, anak, atau remaja yang didiagnosis dermatitis atopik berisiko mengalami penyakit ini kembali pada saat dewasa. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berikan terapi yang tepat.
  • Jika Tidak, Pasien mungkin mengalami dermatitis atopik dewasa. Dibandingkan dengan dermatitis atopic stadium lainnya, dermatitis atopik dewasa bersifat terlokalisir dan lebih kering. Lesi kulit gatal dan menebal. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berikan terapi yang tepat.
4. Apakah pasien berusia dibawah 18 bulan ?

Jika Ya, Pasien mungkin mengalami dermatitis atopik infantil. Suatu kondisi yang menyerang bayi, kebanyakan pada usia sangat dini, sekitar 6 – 12 minggu. Walaupun kondisi ini dapat ditangani dan umumnya membaik setelah bayi menginjak usia 18 bulan, remisi mudah terjadi. Bawa ke dokter spesialis anak.

Jika Tidak, Pasien mungkin mengalami dermatitis atopik anak – anak. Biasanya mulai muncul pada anak usia balita. Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam pada leher, sekitar mulut dan anggota tubuh, seringkali disertai papula – papula. Bawa ke dokter spesialis anak.



Anjuran untuk Pasien
  • Individu yang memiliki kulit kering atau mudah mengalami dermatitis atopik sebaiknya menggunakan produk kosmetik hipoalergenik.
  • Sehabis mandi, keringkan tubuh dengan menekan, bukan digosok dengan handuk.
  • Gunakan sabun yang bersifat ringan, walaupun kulit dalam keadaan sehat.
  • Mandi atau berendam 1-2 kali sehari, jangan terlalu sering, agar kulit tidak semakin kering.
  • Kenakan pelembab khusus sepanjang hari untuk mencegah agar kulit tidak terlalu kering.
  • Jangan mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan wol dan hindari kontak dengan zat – zat iritan seperti deterjen, dll.
  • Sedapat mungkin jangan menggaruk – garuk atau menggosok – gosok kulit, karena dapatmenyebabkan kulit menebal, dan berwarna lebih gelap, serta mudah mengalami komplikasi, antara lain : infeksi bakteri.
  • Kenali dan kendalikan stress emosional.
  • Cuci pakaian dengan deterjen yang bersifat ringan, tanpa zat pemutih atau pelembut pakaian.
  • Pasien yang menggunakan krim atau salep kortikosteroid sebaiknya hanya mengoleskan setipis mungkin hanya pada bagian yang membutuhkan.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search