Sunday, October 28, 2018

Hepatitis, Indentifikasi, dan Penanganannya

Hepatitis, Indentifikasi, dan Penanganannya



Hepatitis ditandai dengan adanya pembengkakan dan perlunakan hati dan pada kasus - kasus tertentu dapat menyebabkan kerusakan permanen pada hati. Umumnya penyakit ini disebabkan oleh virus dan terdiri dari beberapa jenis, yaitu hepatitis A,B,C,D,E, dan G. Jenis terbanyak yaitu hepatitis A,B, dan C.

Berbagai jenis hepatitis ini menimbulkan gejala - gejala yang hamper sama tetapi ditularkan dengan cara yang berbeda dan menimbulkan komplikasi yang berbeda pula. Hepatitis A seringkali didapat melalui konsumsi makanan dan air yang telah terkontaminasi virus hepatitis A (HAV).

Diantara semua jenis hepatitis, yang biasanya paling menimbulkan efek serius yaitu hepatitis B. Hepatitis B dapat ditularkan melalui hubungan seksual dengan individu yang terinfeksi atau kontak dengan darah atau cairan tubuh individu yang terinveksi.

Virus hepatitis B juga dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada janinnya melalui proses persalinan. Hepatitis C seringkali berkembang menjadi hepatitis kronik. Jenis ini ditularkan melalui penggunaan jarum suntik yang telah terinfeksi, tranfusi darah yang terkontaminasi, dan tidak menjalani pemeriksaan skrining hepatitis C.

Sedangkan hepatitis D penularannya dapat disebabkan oleh penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi dan melalui hubungan seksual dengan individu yang terinfeksi. Namun demikian, agar dapat bertahan hidup dan berkembang biak didalam tubuh pasien, virus hepatitis D memerlukan bantuan virus hepatitis B.

Hepatitis E, sama halnya dengan hepatitis A, terutama ditularkan melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi dan minum air di daerah endemic. Penyebab lainnya dari hepatitis meliputi alcohol, obat - obatan, dan zat kimia tertentu.


Identifikasi Hepatitis

Pasien datang dengan gejala - gejala :
  •  Nyeri/sakit perut
  •  Demam (38 derajat celcius)
  • Ikterus (kulit dan sclera mata berwarna kekuningan)
  • Dengan atau tanpa disertai gejala mual dan muntah


1. Apakah pasien melakukan salah satu atau kedua aktivitas dibawah ini ?
  • Mendapat tranfusi darah berulang
  • Menggunakan obat - obatan terlarang, terutama yang melibatkan penggunaan jarum suntik bersama
  • Memiliki pasangan seksual lebih dari 1 orang
Lalu, apakah pasien mengalami keluhan nyeri sendi dan timbul bisul-bisul kecil merah dan gatal pada kulitnya? Apabila hal ini terjadi pasien mungkin mengalami Hepatitis B yang dapat berkembang menjadi kronik, dapat berkembang sampai akhirnya menjadi sirosis hepatitis, kegagalan fungsi hati, atau kanker hati. Bawa pasien ke dokter spesialis penyakit dalam untuk ditangani lebih lanjut.

2. Apakah pasien sebelumnya telah didiagnosis mengidap Hepatitis B ?
Pasien mungkin menderita Hepatitis D, yang hanya timbul jika ada hepatitis B dan biasanya menyebabkan infeksi hepatitis B tersebut semakin parah. Tetapi, jika pasien tidak didiagnosis mengidap hepatitis B, Pasien mungkin menderita Hepatitis C yang dapat berlangsung seumur hidup dan dapat berkembang menjadi kanker hati. Bawa pasien ke dokter spesialis penyakit dalam untuk ditangani lebih lanjut.

3. Apakah pasien memiliki pola hidup yang tidak higienis ? atau, apakah pasien memiliki kehidupan seksual yang tidak sehat ?
Pasien mungkin menderita Hepatitis A yang disebabkan oleh virus hepatitis A dan dapat mengakibatkan pembengkakan hati. Biasanya penyakit ini akan sembuh sendiri sesudah beberapa minggu atau beberapa bulan. Berikan terapi yang sesuai untuk pasien.

4. Apakah pasien menggunakan obat - obatan ? atau apakah gejala - gejala di atas timbul sesudah pasien mengonsumsi jamur amanita ?
Pasien mungkin menderita penyakit hati toksik atau penyakit hati akibat obat. Obat - obat yang bersifat hepatotoksik dapat menyebabkan gejala - gejala yang menyerupai inveksi virus, seperti isoniazid, fenitoin, dan jamur Amanita. Berikan terapi yang sesuai terhadap pasien.


Anjuran Untuk Pasien

  •   Banyak istirahat dan mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang.
  •   Hindari aktivitas fisik yang berat atau melelahkan.
  •   Cuci tangan dengan seksama sesudah dari toilet untuk menghindari tertular hepatitis.
  • Jangan makan daging atau kerang mentah atau setengah matang.
  • Jangan melakukan hubungan seksual dengan berganti - ganti pasangan. Lakukan hubungan seks yang aman.
  • Jangan terlibat penyalahgunaan narkoba atau obat - obat terlarang.
  • Menolak penggunaan jarum atau instrument yang digunakan untuk menoreh tubuh, seperti jarum akupuntur, jarum tato, atau jarum tindik telinga.
  • Jika sudah tertular hepatitis, lakukan upaya pencegahan agar virus tersebut tidak menular ke orang lain.
  • Hentikan konsumsi minuman beralkohol.
  • Jangan minum air yang tidak diketahui sumbernya atau tidak terjamin kebersihannya.
  • Periksa secara teratur ke dokter selama menjalani pengobatan hepatitis.

Tips

  • Jika gejala - gejala hepatitis muncul dengan sangat jelas atau mengalami kekambuhan/eksaserbasi, anjurkan pasien untuk segera pergi ke dokter.


Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search