Tuesday, October 30, 2018

Kebersihan daerah kewanitaan, Masalah, dan Perawatannya

Kebersihan daerah kewanitaan, Masalah, dan Perawatannya



Kebersihan Daerah Kewanitaan perlu dijaga setiap hari untuk menghindari timbulnya masalah pada vagina seperti infeksi vagina, infeksi saluran kemih, atau gangguan lain pada alat kelamin wanita. Perawatan ini perlu dilakukan setiap hari terutama pada wanita yang memiliki kehidupan seksual aktif dan mereka yang sedang menstruasi.

Kebersihan daerah kewanitaan yang tidak terpelihara dengan baik dapat mengakibatkan terjadinya iritasi vagina, contohnya : reaksi alergi terhadap zat kimia yang terkandung dalam pembalut wanita, spermisida, dan produk bilas vagina.

Identifikasi Masalah Kebersihan Daerah Kewanitaan

Pasien mengalami iritasi (gatal dan luka) pada alat kelamin luar.

1. Apakah terjadi perubahan atau kelainan pada warna, bau, dan konsistensi (kekentalan) lendir vagina?

Pasien mungkin mengalami leukore (keputihan), yang mungkin diakibatkan oleh inflamasi atau kongesti mukosa vagina. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan berikan terapi yang sesuai untuk pasien.

2. Apakah pasien mengalami keluhan berupa : kencing sedikit - sedikit tetapi sering (polakisuria) dan rasa nyeri pada saat buang air kecil (disuria), dan apakah urin tampak keruh dan/atau disertai darah ?

Pasien mungkin mengalami iritasi saluran kemih (ISK), yang ditandai oleh adanya inflamasi (peradangan) pada uretra, kandung kemih, ureter, atau ginjal. Jika pasien tidak mengalami keluhan seperti diatas, pasien mungkin mengalami sindrom uretral, yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan gejala - gejala menyerupai ISK tetapi bukan disebabkan oleh bakteri atau virus. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berikan terapi yang sesuai.

3. Apakah pasien sedang menggunakan sabun berparfum, garam mandi, atau produk kosmetik lainnya pada bagian vagina ?

Pasien mungkin mengalami iritasi pada alat kelamin yang dapat menyebabkan inflamasi pada dinding vagina dan area sekitarnya. Anjurkan pasien untuk menghentikan penggunaan produk - produk tersebut, termasuk produk pembilas vagina dan vaginal deodorant karena dapat mengakibatkan perubahan keseimbangan flora normal vagina.

Tetapi, jika pasien tidak sedang mengunakan sabun berfarfum, garam mandi, maupun produk kosmetik lainnya,  anjurkan pasien untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Gejala - gejala diatas mungkin disebabkan penyakit lainnya.



Anjuran Untuk Pasien

  • Jaga kebersihan diri, khususnya bagian kewanitaan. Bersihkan bagian kewanitaan secara cermat sekurang - kurangnya sehari sekali.
  • Hindari penggunaan sabun yang bersifat keras dan wangi karena dapat menyebabkan iritasi.
  • Biasakan untuk membasuh bagian kewanitaan dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya, untuk menjaga agar vagina tidak terinfeksi dari bakteri yang berasal dari anus.
  • Sedapat mungkin kenakan celana panjang yang longgar dan celana dalam yang terbuat dari katun.
  • Bila sedang menstruasi, gantilah pembalut sesering mungkin agar tidak menjadi sarang bakteri.



Tips

  • Jika masalah vagina tidak membaik atau bertambah parah, anjurkan pasien untuk kontrol kembali ke dokter atau dokter spesialis kebidanan dan kandungan.
  • Diskusikan dengan pasien mengenai cara - cara pencegahan dan penanganan masalah vagina.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search