Tuesday, October 30, 2018

Diabetes, Identifikasi, dan Penanganannya

Diabetes, Identifikasi, dan Penanganannya


Diabetes atau Diabetes Melitus (DM) adalah suatu kondisi dimana terjadi kekurangan insulin didalam tubuh atau tubuh tidak dapat memberikan respon yang kuat terhadap insulin. Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh pankreas, diperlukan untuk mengolah gula darah dan mengubahnya menjadi energi. Jika tubuh tidak menghasilkan cukup insulin, maka hal ini akan menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat.

Ada 2 tipe diabetes, yaitu Tipe 1 (dulu dikenal sebagai IDDM – insulin dependent diabetes mellitus) memiliki karakteristik berupa defisiensi (kekurangan) absolute dari insulin. Tipe 1 ini biasanya terjadi di usia muda (bahkan mungkin anak – anak) dan membutuhkan injeksi insulin. Sedangkan tipe 2 (dulu dikenal sebagai NIDDM - non insulin dependent diabetes mellitus) disebabkan karena adanya resistensi terhadap insulin. DM tipe 2 biasanya terjadi pada individu yang berusia diatas 40 tahun dan ditangani dengan jenis terapi lainnya, walaupun pada kasus - kasus tertentu adakalanya dibutuhkan juga pemberian insulin.

Identifikasi Diabetes

Pasien mengalami gejala - gejala sebagai berikut :
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya walaupun asupan makanan sudah di tingkatkan. 
  • Poliuria.
  • Polidipsia (sering merasa haus)
  • Polifagia (sering merasa lapar)

1. Apakah pasien sedang hamil ? Pasien mungkin mengalami diabetes gestasional yang terjadi dalam masa kehamilan dan kondisi ini membaik sesudah melahirkan. Rujuk kedokter spesialis kebidanan untuk diperiksa lebih lanjut dan dilakukan pemantauan selama hamil.

2. Apakah pasien memiliki faktor - faktor risiko berikut ini ?
  • Riwayat keluarga diabetes
  • Kelebihan berat badan
  • Sedang atau pernah mengalami
  1. Hipertensi
  2. Peningkatan kadar kolestrol
  3. Penyakit jantung koroner
  4. Stroke
  5. Diabetes gestasional
  6. Kebutaan
  7. Gagal ginjal
  8. Luka yang tidak sembuh - sembuh
Kemungkinan pasien mengidap gejala - gejala diabetes mellitus. Apakah pasien berusia diatas 20 tahun ?
  • Jika Ya, Pasien mungkin mengalami diabetes mellitus tipe 2. Anjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan diagnosik dan skrining yang sesuai. Lihat juga Anjuran untuk Pasien mengenai penanganan diabetes.
  • Jika Tidak, Pasien mungkin mengalami diabetes mellitus tipe 1. Anjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan diagnosik dan skrining yang sesuai. Lihat juga Anjuran untuk Pasien mengenai penanganan diabetes.

Anjuran Untuk Pasien
  • Terapi Gizi Medis (TGM) direkomendasikan untuk mereka yang mengalami kondisi prediabetes, diabetes tipe 1, dan diabetes tipe 2. Upaya ini penting untuk mencegah dan menangani hiperglikemia, dan juga memperlambat perkembangan komplikasi diabetes.TGM disesuaikan dengan kondisi masing - masing individu berdasarkan kondisi dan budaya pasien, keparahan penyakit, tujuan metabolic. TGM bertujuan untuk membantu menurunkan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular pada pasien prediabetes. Pada mereka yang mengidap diabetes, TGM bermanfaat membantu mencapai dan mempertahankan kadar glukosa darah, tekanan darah, dan profil lemak darah dalam kisaran yang mendekati normal. Pasien yang menjalani TGM masih dapat menikmati makanan dengan hanya membatasi pilihan makanan tertentu yang diperlukan untuk mencapai control metabolik.
  • Diet seimbang yang dianjurkan mencakup 50 - 60% energi diperoleh dari karbohidrat, 15 - 20% dari protein, 25 - 30% dari lemak, disesuaikan dengan kondisi masing - masing individu berdasarkan target glukosa dan lemak yang ingin dicapai.
  • Jumlah dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi akan mempengaruhi kadar glukosa darah sesudah makan sehingga hal ini perlu dipertimbangkan pada saat membuat perencanaan diet. Makanan dengan indeks glikemik rendah dapat digunakan sebagai panduan pemilihan menu. Perhitungan jumlah karbohidrat dan estimasi berbasis pengalaman dapat digunakan untuk memantau besarnya asupan karbohidrat. Untuk pasien yang menjalani terapi dengan insulin atau sekretagogum insulin, asupan karbohidrat harus sesuai dengan dosis insulin/sekretagogum insulin yang diberikan. Sumber karbohidrat yang dianjurkan : buah, sayuran, whole grain, kacang - kacangan, dan produk susu rendah lemak.
  • Batasi atau hindari konsumsi minuman yang berkadar gula tinggi.
  • Sukrosa dapat digunakan untuk mengganti sumber karbohidrat lainnya.
  • Pemanis buatan non-nutritive dan berkalori rendah dapat digunkan sebagai pengganti untuk mengurangi asupan kalori dan karbohidrat.
  • Asupan serat yang dianjurkan yaitu 14 g/1000 kkal/hari. Makanan tinggi serat meliputi sayuran, buah, kacang - kacangan, biji - bijian, whole - wheat flour, dan wheat bran. Makanan yang mengandung serat dan whole grain dihubungkan dengan sensitivitas insulin yang lebih baik dan kemampuan untuk memicu sekresi insulin yang cukup untuk mengatasi kondisi resistensi insulin. Batasi asupan lemak jenuh sebesar dibawah 7% dari jumlah asupan kalori harian, kolestrol hingga dibawah 300 mg/hari. Lemak trans seperti pada makanan olahan, makanan yang dibakar, sebaiknya sama sekali dihindari.
  • Diet tipe mediteran dan makanan yang kaya asam lemak tak jenuh tunggal dapat memperbaiki control glikemik dan mengurangi factor risiko kardiovaskular pada pasien diabetes tipe 2.
  • Konsumsi makanan yang kaya akan asamlemak omega-3 - eicosapentaenoic acid (EPA), docosahexaenoic acid (DHA) dan alpha-linolenic acid (ALA) memiliki efek positif terhadap lipoprotein, pencegahan penyakit jantung, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
  • Konsumsi ikan sekurang - kurangnya dua kali dalam seminggu.
  • Batasi konsumsi alcohol hingga dibawah 1 kali perhari untuk wanita dan dibawah 2 kali perhari untuk pria.
  • Bagi individu yang mendapat terapi insulin, konsumsi alcohol dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.
  • Batasi asupan garam natrium hingga dibawah 2,300 mg/hari.
  • Jangan menunda atau mengurangi jadwal makan, karena dapat mengakibatkan fluktuasi pada kadar glukosa darah. Jadwal makan harus sesuai dengan waktu kerja obat.
  • Penyandang diabetes (diabetesi) cenderung mengalami penurunan drastic kadar gula darah (hipoglikemia) yang disebabkan oleh obat - obatan yang sedang digunakan atau terlambat makan, atau makan terlalu sedikit. Kondisi tersebut menimbulkan gejala seperti : gemetaran, pusing, keluar keringat dingin, lapar, bahkan hilang kesadaran. Oleh karena itu, diabetesi harus selalu  membawa permen atau minuman yang mengandung gula untuk mengantisipasi bila sewaktu - waktu mereka mengalami hipoglikemia.
  • Periksa kadar glukosa darah secara berkala.
  • Berolahraga rutin bermanfaat untuk memperbaii kontrol glukosa darah, mengurangi risiko kardiovaskular, menurunkan kelebihan berat badan, meningkatkan kesehatan secara menyeluruh, dan mencegah diabetes pada kelompok beresiko tinggi.
  • Latihan jasmani yang dianjurkan yaitu latihan jasmani intensitas sedang selama 150 menit per minggu atau aerobic selama 75 menit per minggu, sekurang-kurangnya 3 hari dlam seminggu dengan durasi bebas latihan jasmani maksimal 2 hari berturut - turut.
  • Konsultasi kedokter untuk menjalani pemeriksaan secara menyeluruh sebelum memulai program latihan jasmani jenis apapun.
  • Berhenti merokok.
  • Mempertahankan tekanan darah dalam batas normal.
  • Lakukan pengecekan keseluruh permukaan tubuh terhadap ada tidaknya luka atau infeksi yang tidak kunjung sembuh.
  • Lakukan perawatan kesehatan kulit, jaga agar kulit tetap elastic dan memiliki hidrasi yang baik untuk menghindari timbulnya luka.
  • Lakukan pemeriksaan dan perawatan harian pada kaki. Cermati ada tidaknya luka, lecet, atau lepuh yang biasanya dapat mengakibatkan masalah pada diabetesi.


Perawatan Kaki untuk Diabetesi

  • Periksa kaki setiap hari terhadap ada tidaknya lebuhan, luka, garukan, perubahan warna kulit, kalus, atau kuku kaki yang tumbuh ke dalam (paronikia). Anjurkan pasien untuk segera periksa kedokter bila menemukan salah satu gejala ini.
  • Cuci kaki tiap hari dengan air hangat dan sabun yang sifatnya ringan. Sabun yang sifatnya keras dapat merusak kulit.
  • Keringkan kaki dengan menepuk - nepuk perlahan - lahan dengan handuk lembut. Keringkan sela - sela jari kaki agar tidak terinfeksi jamur.
  • Jaga agar kulit kaki, tumit, dan telapak kaki, tetap kenyal dengan mengoleskan lotion, petroleum jelly, lanolin, atau minyak tapi jangan digunakan pada sela-sela jari kaki.
  • Potong kuku jari kaki secara lurus melintang. Kuku kaki yang dipotong terlalu melengkung mudah mengalami paronikia. Kikir bagian tei kuku yang kasar.
  • Jangan berjalan dengan kaki telanjang. Kenakan sepatu atau sandal yang nyaman dan pas di kaki untuk menghindari risiko cedera.
  • Kenakan sepatu yang terbuat dari bahan yan masih memungkinkan kulit kaki “bernapas”, seperti kain kanvas, atau kulit.
  • Periksa bagian dalam sepatu terhadap adanya tanda - tanda keretakan, kerikil, atau permukaan yang kasar, yang dapat mengiritasi kulit.
  • Ganti dan cuci kaus kaki setiap hari. Pastikan kaus kaki tersebut masih pas di kaki dan tidak berlubang/robek. Kaus kaki yang terbuat dari katun/wol lebih baik dibandingkan bahan nilon yan menyebabkan kulit kaki mudah berkeringat.
  • Jangan :
  1. Merendam kaki dalam air panas atau menggunakan botol berisi air panas untuk mengompres kaki. 
  2. Mengobati sendiri kalus/kulit kapalan dengan membeli obat bebas di apotik/toko obat.
  3. Menggunakan larutan antiseptic, karena dapat menyebabkan kulit terbakar dan cedera/teriritasi.

Tips
  • Preparat insulin dapat diberikan secara subkutan, intra muscular, intra vena, intra peritoneal. Tata laksana pasien dengan diabetes biasnaya melibatkan rute pemberian subkutan. Ikuti anjuran dokter.
  • Pasien yang diberikan insulin sangat dianjurkan untuk segera makan karena insulin dapat mengaibatkan hipoglikemia jika diberikan tanpa disertai makanan.
  • Ada periode penyesuaian yang perlu diketahui pasien untuk mengupayakan agar kadar glukosa darah tetap stabil, mencakup cara kerja dan efek insulin bagi tubuh, serta pengaturan jadwal makan dan latihan jasmani yang disesuaikan dengan jadwal pemberian insulin.
  • Jika diabetes semakin memburuk, anjurkan pasien untuk segera kontrol kembali ke dokter.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search