Tuesday, October 30, 2018

Infeksi Cacing, Identifikasi, dan Pencegahannya

Infeksi Cacing, Identifikasi, dan Pencegahannya



Ada beberapa jenis cacing (seperti cacing pipih, cacing tambang, cacing kremi, dan cacing cambuk) yang termasuk parasit dalam tubuh manusia dan berpotensi menimbulkan kelainan ringan atau berat. Cacing pita, cacing gelang, dan cacing benang adalah jenis cacing terbanyak dalam kondisi normal didapati pada saluran cerna, paru-paru, hati, kulit atau bahkan otak.

Cacing pita menginfeksi saluran usus pada manusia maupun hewan. Cacing ini berukuran panjang dan tubuhnya bersegmen-segmen untuk menyimpan telur - telurnya. Segman yang mengandung telur ini akan di ekskresikan kedalam feses untuk melanjutkan proses reproduksinya.

Cacing gelang adalah jenis cacing yang paling banyak didapati di negara tropis dan umumnya terpapar pada anak - anak. Sesuai dengan namanya, cacing ini berbentuk bulat panjang, tidak bersegmen. Biasanya infeksi cacing gelang disebabkan karena sanitasi lingkungan dan hygiene personal yang buruk.

Telur - telur dari cacing gelang biasanya diekskresikan oleh pejamu melalui feses lalu berkembang biak di tanah dalam waktu cukup lama. Penularan mudah terjadi melalui kontak dengan tangan yang tercemar telur cacing dan masuk kedalam tubuh melalui mulut atau penetrasi melalui kulit. Selanjutnya, telur cacing tersebut akan masuk kedalam saluran pencernaan dan menembus dinding usus, lalu masuk kedalam aliran darah. Kemudian, telur tersebut menetas menjadi larva dan selanjutnya tinggal didalam usus halus dan berkembang biak menjadi cacing dewasa.

Jenis lainnya, yaitu cacing benangmemiliki panjang 5 - 10 mm dan seringkali ditemukan pada anus. Beberapa komplikasi yang diakibatkan oleh infestasi cacing yaitu anemia, penyumbatan usus, dan kerusakan berbagai organ tubuh.


Identifikasi Infeksi Cacing

Pasien datang dengan keluhan nyeri perut atau rasa tidak nyaman pada perut atau kram perut.

1. Apakah pasien mengalami ruam - ruam kulit yang gatal ? dan apakah pasien mengalami batuk dan mengi ?
Pasien mungkin mengalami infeksi cacing tambang. Seperti ankilostomiasis, yang terjadi akibat penetrasi cacing melalui kulit, misalnya karena bertelanjang kaki. Periksakan pada dokter dan ikuti anjuran yang diberikan.

2. Apakah disertai demam, menggigil, dan nyeri otot ? 
Pasien mungkin mengalami infeksi cacing pipih, yaitu skisostomiasis, yang diperoleh pada saat individu berenang atau mandi dengsn air yang tercemar cacing ini.  Berikan terapi yang sesuai. Jika pasien tidak mengalami gejala tersebut, pasien mungkin mengalami cacing kremi, yang disebabkan oleh enterobious vermicularis, menimbulkan gejala gatal-gatal pada bagian sekitar anus atau iritasi vagina pada anak perempuan. Periksakan pada dokter dan ikuti anjuran yang diberikan.

3. Apakah nyeri perut timbul sesudah pasien mengkonsumsi daging mentah ? dan apakah pasien mengeluarkan feses yang mengandung cacing berbentuk pita atau menemukan adanya cacing tersebut pada anusnya ?
Pasien mungkin mengalami infeksi cacing pita didalam usus, yang disebabkan karena mengkonsumsi daging atau ikan mentah. Jika pasien tidak mengalami hal diatas, Pasien mungkin mengalami infeksi trichinosis yang disebabkan oleh Trichinella spiralis (cacing gelang). Infeksi ini disebabkan karena pasien mengkonsumsi daging matang yang telah terkontaminasi. Mula-mula gejalanya yaitu mual dan diare, kemudian lemas dan nyeri otot. Periksakan pada dokter dan ikuti anjuran yang diberikan.

4. Apakah pasien mengalami gejala buang air besar dengan feses yang mengandung darah dan apakah pasien mengalami ikterus (kulit dan sclera mata berwarna kuning) ?
Pasien mungkin mengalami infeksi cacing pada hati (clonorchiasis). Jika pasien tidak mengalami gejala tersebut, pasien mungkin mengalami infeksi cacing pita, terutama Dwarf Tapeworm (Himenolepis nana). Periksakan pada dokter dan ikuti anjuran yang diberikan.


Anjuran Untuk Pasien

  • Jalani perilaku hidup bersih.
  • Berikan pengobatan kepada seluruh anggota keluarga jika salah satu diantaranya diketahui mengalami infeksi cacing, walaupun tanpa gejala, untuk mencegah terjadinya penularan lebih lanjut.
  • Masaklah makanan hingga matang dan jangan mengkonsumsi makanan mentah (misalnya ikan), termasuk salad mentah yang tidak dibuat sendiri di rumah.
  • Cuci buah dan sayuran sebersih mungkin.
  • Cucilah tangan selalu sebelum makan dan sesudah buang air kecil atau besar.
  • Jaga agar kuku senantiasa bersih dan pendek.
  • Mandi secara teratur dua kali sehari untuk menyingkirkan telur - telur cacing yang mungkin menempel di tubuh tanpa di sadari.
  • Berikan desinfektan pada toilet/kloset setiap hari hingga seminggu setelah diberikan terapi.
  • Cuci selimut dan handuk secara berkala untuk mencegah terjadinya infeksi berulang.
  • Jangan biarkan anak - anak bermain diluar rumah tanpa mengenakan alas kaki.
  • Ingatkan pasien bahwa infeksi cacing juga dapat ditularkan dari hewan peliharaan.

Tips
  • Jika infestasi cacing tidak membaik atau malah bertambah parah, anjurkan pasien untuk kontrol kembali ke dokter.
  • Diskusikan dengan pasien mengenai cara - cara pencegahan dan penanganan infeksi/infestasi cacing.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search