Tuesday, October 30, 2018

Infertilitas, Identifikasi, dan Penanganannya

Infertilitas, Identifikasi, dan Penanganannya



Infertilitas adalah ketidakmampuan pasangan untuk membuahkan kehamilan setelah 1 - 2 tahun menjalani hubungan intim secara teratur tanpa kontrasepsi atau pelindung. Agar dapat terjadi pembuahan, Indung telur wanita harus dapat melepaskan sel telur yang kemudian memasuki tuba fallopi, dan seorang pria harus dapat berejakulasi dan sel spermanya dapat melintasi tuba fallopi untuk bertemu dan membuahi sel telur.

Sel telur yang dibuahi harus dapat menempel dan tertanam dibagian dalam rahim, yang akan dijaga oleh tubuh untuk dapat terus tubuh dan berkembang hingga ia siap untuk dilahirkan. Jika pada langkah - langkah tersebut ditemukan masalah, dapat menyebabkan infertilitas.

Penyebab infertilitas dapat terjadi baik pada wanita maupun pria atau dapat berasal dari faktor yang tidak diketahui atau dari kombinasi beberapa faktor. Pada kasus tertentu, faktor lingkungan dapat menyebabkan infertilitas. Pasangan yang menderita infertilitas primer belum pernah menghasilkan pembuahan. Sedangkan pada pasangan dengan infertilitas sekunder memiliki riwayat pernah menghasilkan pembuahan/kehamilan, tetapi selanjutnya mereka sulit memiliki keturunan.

Infertilitas tidak semata - mata terjadi kelainan pada wanita saja. Hasil penelitian membuktikan bahwa suami menyumbang 25 - 40% dari angka kejadian infertil, istri 40 - 55 %, keduanya 10% dan idiopatik 10%. Hal ini dapat menghapus anggapan bahwa infertilitas terjadi murni karena kesalahan dari pihak wanita/istri.


Identifikasi Infertilitas

Pasien datang dengan keluhan setelah 6 - 12 bulan melakukan hubungan intim tanpa kontrasepsi, tetap tidak dapat mengandung.

1. Apakah umur wanita lebih dari 35 tahun atau sebelumnya penah mengalami keguguran ? dan apakah pasangan wanita mengalami gejala berikut ini :
  • Penyakit auto imun, seperti sindrom antifosfolipid (APS)
  • Gangguan pembekuan darah
  • Terdapat kelainan pada uterus dan serviks (minom atau fibrosa, polip, cacat bawaan)
  • Olahraga berlebihan atau nutrisi yang buruk
  • Terpapar obat - obat tertentu atau toksin
  • Alkoholik berat
  • Defisiensi atau ketidakseimbangan hormonal
  • Menderita penyakit dalam jangka waktu lama (kronik), misalnya diabetes
  • Obesitas
  • Kista ovarium dan sindrom ovarium polikistik (SOP)
  • Infeksi pelvis atau penyakit radang panggul
  • Parut akibat penyakit seksual menular atau endometriosis
  • Tumor
  • Menstruasi tidak teratur

Pasien berisiko infertilitas. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berikan terapi yang tepat. Jika pasien tidak menjalani gejala - gejala diatas, harus diketahui bahwa infertilitas dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Anjurkan pasangan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

2. Apakah suami mengalami hal - hal berikut ini ?
  • Terpapar polusi lingkungan
  • Terpapar suhu tinggi dalam periode waktu lama
  • Memiliki kelainan genetic
  • Riwayat menggunakan alkohol, mariyuana, atau kokain
  • Terdapat riwayat defisiensi atau menggunakan hormone terlalu banyak
  • Impotensi
  • Riwayat infeksi testis atau epididimis
  • Usia lanjut
  • Pernah menjalani kemoterapi
  • Memiliki riwayat parut karena infeksi (termasuk penyakit seksual menular), trauma, atau operasi.
  • Terpapar radiasi
  • Ejakulasi kearah kandung kemih atau anejakulasi (Tidak dapat ejakulasi karena faktor organic/psikologis)
  • Riwayat merokok
  • Riwayat operasi atau cedera
  • Menggunakan obat - obatan yang diresepkan dokter, misalnya cimetidine, spironolactone, dan nitrofurantoin.
Hal ini juga merupakan risiko infertilitas. Jika pasien tidak mengalami gejala - gejala seperti diatas, Infertilitas mungkin disebabkan oleh faktor lain. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan ikuti instruksi dokter yang bersangkutan.


Anjuran Untuk Pasien

  • Beritahu pada pasangan bahwa berhubungan intim setiap 2 - 3 hari merupakan frekuensi optimal untuk dapat terjadi kehamilan.
  • Menunda hubungan intim selama ovulasi tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan stress.
  • Jika pasangan sulit untuk berhubungan intim, perangkat ovulasi LH dan membantu menentukan perkiraan ovulasi.
  • Jika pasangan masih muda dan sehat, dan telah mencoba untuk mempunyai bayi dalam 12 bulan - 2 tahun tetapi gagal, anjurkan pada pasangan untuk mengunjungi dokter spesialis kandungan dan kebidanan ataupun spesialis andrologi agar dapat dibantu menemukan potensi masalah medis lebih dini. Dokter dapat menganjurkan perubahan gaya hidup untuk meningkatkan kemungkinan mengandung/hamil.
  • Berhentilah merokok karena dapat menurunkan fertilitas.
  • Terapkanlah kehidupan seksual yang aman. Penyakit seksual dapat menyebabkan infertilitas. Perilaku seksual yang aman dapat meminimalisir risiko. Gonorrhea adalah contoh penyakit seksual menular yang paling sering menyebabkan infertilitas
  • Beberapa jenis kontrasepsi, Misalnya spiral KB/IUD, menyebabkan risiko terjadinya penyakit radang panggul, trutama pada wanita yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual dan mengidap penyakit seksual menular.
  • Jagalah untuk tetap mengkonsumsi makanan sehat, brat badan, dan gaya hidup sehat.
  • Jadikan olahraga bagian aktivitas normal. Namun berolahraga/aktivitas fisik yang berlebihan juga dapat membahayakan, misalnya pada seorang pelari jarak jauh. Pada wanita, hal ini dapat penyebabkan terhentinya menstruasi atau juga keguguran. Sedangkan pada laki - laki, hal ini dapat mengakibatkan penurunan jumlah sperma.
  • Bagi wanita yang ingin hamil dianjurkan untuk minum multivitamin yang mengandung asam folat, untuk menurunkan risiko abortus, dan cacat bawaan pada janin.

Tips 
  • Anjurkan pasien untuk menggunakan hormone sesuai petunjuk dokter, karena penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovarium dan kista ovarium.
  • Bila kasus infertilitas menetap, walau telah menjalani terapi atau intervensi lainnya, instruksikan pasien untuk kontrol kembali ke dokter.
  • Diskusikan dengan pasien mengenai upaya pencegahan dan penanganan infertilitas.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search