Tuesday, October 30, 2018

Diare, Identifikasi, dan Penanganannya

Diare, Identifikasi, dan Penanganannya



Diare adalah kondisi yang ditandai dengan pelepasan feses yang tidak normal pada interval yang sangat pendek. Penyebabnya bervariasi dan dapat terjadi karena perubahan diet, intoleransi makanan, penyakit radang usus, Obat - obatan tertentu, infeksi bakteri, infeksi virus, atau protozoa pathogen.

Pasien yang mengalami diare, terutama pada balita dan lanjut usia, berisiko mengalami dehidrasi dengan cepat. Dehidrasi bias brakibat fatal. Oleh karena itu, diperlukan pertolongan medis segera.

Identifikasi Diare

Pasien datang dengan gejala peningkatan frekuensi defekasi dengan feses yang lembek dan berair.

1. Apakah pasien memiliki gejala berikut ini :
  •         Kram/nyeri perut
  •         Demam
  •      Terdapat darah atau lender/nanah pada feses
  •        Merasakan urgensi untuk buang air besar
  •        Rasa lelah
  •        Penurunan nafsu makan
  •        Penurunan berat badan yang tidak direncanakan

Apakah pasien memiliki riwayat perjalanan ke Negara tropis dengan system sanitasi buruk belakangan ini ? Atau apakah pasien mengonsumsi makanan atau air yang diduga terkontaminasi Pasien mungkin mengalami proses infeksi dari penyakit, seperti Intestinal Amebiasis. Jika tidak, Pasien mungkin mengalami Penyakit radang usus, seperti penyakit crohn, kolitis ulseratif atau kolitis pseudomembran.  

2. Apakah kondisi ini disertai kram perut yang terjadi setelah mengkonsumsi susu atau produk susu lainnya ? Pasien mungkin mengalami intoleransi laktosa. Suatu kondisi akibat tidak adanya atau kurangnya enzim lactase dalam system pencernaan. Anjurkan pasien untuk membatasi jumlah konsumsi susu dan produk susu. Beri penanganan yang tepat.


3. Apakah pasien mengeluhkan nyeri pada perut bagian bawah dan kembung ? Apakah kontipasi bergantian dengan diare ? Pasien mungkin mengalami Irritable Bowel Syndrome (IBS). Karena adanya perubahan atau gangguan pada fungsi normal usus besar. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan ikuti petunjuk dokter.

4. Apakah pasien sedang mengkonsumsi obat-obatan seperti antasida yang mengandung magnesium, antibiotic seperti cefalexin, atau antihipertensi ? Pasien mungkin mengalami diare yang diinduksi oleh obat. Hentikan pemakaian obat sementara. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan ikuti petunjuk dokter. 

5. Jika tidak terdapat gejala spesifik di atas, diare mungkin disebabkan oleh penyakit lain. Bawa pasien kedokter spesialis yang terkait. Periksalah tanda dan gejala dehidrasi pada pasien. Rekomendasikan penggunaan cairan untuk rehidrasi apabila diperlukan.

Anjuran untuk Pasien
  •  Penderita dianjurkan untuk banyak minum air putih, terutama jika mengalami demam.
  •  Hindari minuman bersoda atau minuman lain yang tinggi glukosa karena kandungan gula dapat mengumpulkan cairan kedalam usu, sehingga memperburuk kondisi.
  •  Pada pasien anak - anak berikan cairan yang bening (elektrolit dan rehidrasi cairan).
  •  Untuk bayi dan batita, lanjutkan konsumsi ASI, atau susu formula.
  •  Untuk orang dewasa, lanjutkan makan makanan yang tepat dengan rehidrasi cairan dan elektrolit untuk meminimalisasi risiko kekurangan gizi.
  • Hindari mengkonsumsi makanan atau minuman yang didapatkan dari tempat yang kondisinya tidak higienis.
  • Segera dapatkan bantuan medis apabila tanda-tanda dehidrasi (seperti mulut kering, haus, mata cekung, turgor kulit berkurang, yaitu kulit tidak mudah kembali ke posisi normalnya saat ditekan, buang air kecil sedikit dan tidak keluarnya air mata pada anak yang menangis keras) terjadi, terutama pada anak kecil dan lansia.
  • Anak - anak mungkin mengalami intoleransi laktosa untuk beberapa saat setelah diare. Dalam hal ini, lakukan kembali penyesuaian pada produk susu secar bertahap.
  • Pasien harus diawasi secara ketat, terutama pada anak - anak yang tidak menunjukkan perbaikan dalam 2 hari setelah memulai pengobatan dengan antibiotic yang efektif.
  • Karena sebagian besar mikroorganisme penyebab diare tersebar melalui tangan yang terkontaminasi, maka mencuci tangan dengan sabun dan air secara menyeluruh dan membersihkan semua bagian tangan secara hati - hati merupakan langkah penting untuk mencegah diare.
  • Hindari produk susu dan makanan yang berminyak, berserat tinggi, atau terlalu manis sampai diare mereda, karena jenis makanan ini cenderung memperburuk diare.
  • Saat pasien membaik, beberapa makanan lembut dapat ditambahkan dalam diet termasuk pisang, nasi putih, kentang rebus, roti panggang, biscuit, wortel matang dan ayam panggang tanpa kulit atau lemak. Untuk anak - anak, direkomendasikan untuk mengkonsumsi pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang.


Tips

  • Informasikan kepada pasien mengenai kemungkinan efek samping dari beberapa agen antidiare.
  • Apabila kondisi tidak membaik setelah dua hari, instruksikan pasien untuk segera kembali ke dokter.
  • Diskusikan dengan pasien mengenai cara - cara pencegahan dan penanganan diare.



Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search