Tuesday, October 30, 2018

Jerawat, Identifikasi dan Penanganannya

Jerawat, Identifikasi dan Penanganannya



Jerawat adalah kondisi umum dan kronis yang berupa munculnya lesi kulit yang biasa disebut jerawat. Hal ini terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati (disebut komedo). Lesi jerawat biasanya terjadi pada wajah, leher, punggung, dada, dan bahu.

Hal ini biasanya diawali pada masa pubertas, ketika kelenjar sebasea dirangsang oleh peningkatan kadar hormone, terutama androgen sehingga menghasilkan produksi sebum yang berlebihan. Sebum menyediakan media pertumbuhan untuk propionibacterium acnes, bakteri anaerob yang merupakan komponen normal flora kulit. Proliferasi dari bakteri ini dapat menyebabkan peradangan.

Orang yang paling sering terkenda kondisi ini adalah mereka yang berusia 14 sampai 19 tahun. Pada orang dengan usia awal 20-an hingga pertengahan. Produksi hormonnya sudah stabil dan jerawat biasanya hilang. Meskipun pada usia 20 - 30 tahun juga dapat mengalami jerawat, kadang  - kadang muncul kembali saat menopause.

Jerawat bukanlah ancaman kesehatan yang serius. Namun, jerawat yang parah dapat menyebabkan pitting (bekas luka cekung), jaringan parut permanen dan dampak psikososial.


Identifikasi Jerawat

Pasien datang dengan bintil - bintil merah pada wajah, leher, dada, dan/atau punggung.

1. Apakah bintik tersebut mengalami inflamasi ? dan apakah bintil - bintil jerawat tampak berisi materi purulen (pus/nanah) di dalamnya serta berukuran besar dan banyak ?

Kemungkinan ini adalah kista, bentuk jerawat paling berat yang menimbulkan rasa nyeri lebih hebat dan cenderung meninggalkan bekas berupa jaringan paruti. Berikan pengobatan yang sesuai atau rujuk ke dokter spesialis kulit. Jika jerawat yang mengalami inflamasi hanya sedikit dan berukuran kecil, mungkin ini adalah pustula atau infeksi komedo yang ditandai dengan lesi yang mengandung pus/nanah berwarna kekuningan di tengahnya.

Jika bintil - bintil jerawat tidak berisi materi purulen, mungkin ini adalah papul atau komedo yang mengalami inflamasi, dengan tanda - tanda berupa bintil - bintil kecil, keras, dan berwarna merah.

2. Apakah Nampak bintik hitam kecil di tengah - tengah tiap bintil ?

Mungkin ini adalah komedo hitam (blackhead) yang ditandai dengan adanya bintik hitam kecil yang menonjol di tengah masing - masing bintil. Jika yang Nampak adalah bintik kecil berwarna putih, mungkin itu adalah komedo putih (Whitehead), yang terlihat sebagai bintik kecil putih di tengah - tengah nodul.

Anjuran Untuk Pasien

  • Jerawat tidak disebabkan oleh kotoran/debu, namun kotoran atau debu dapat memperburuk keadaan.
  • Kecocokan dan keefektifan perawatan bervariasi pada setiap individu tergantung pada beberapa faktor, misalnya penyebab jerawat, jenis kulit, usia, gaya hidup dan jenis lesi jerawat.
  • Cucilah wajah sekali atau dua kali sehari dengan sabun berbahan lembut dan tidak kering atau pengganti sabun (bukan antiseptic) sudah cukup. Tidak perlu terlalu sering mencuci muka.
  • Hindari penggunaan astringen, scrub yang abrasive atau sabun berbahan keras.
  • Ikat dan jauhkan rambut agar tidak menempel pada wajah. Rambut, terlebih jika berbinyak, dapat memperparah penyumbatan pori.
  • Penggunaan minyak, produk berbasis minyak, dan lemak dapat memperparah kondisi jerawat.
  • Gunakan kosmetik berbasis air dan bukan make-up tebal. Hapus make-up dengan make-up remover berbahan lembut sebelum tidur.
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan ataupun jari.
  • Pengobatan jerawat yang ada tidak akan membuatnya lenyap lebih cepat, namun akan membantu mencegah terjadinya jerawat lebih lanjut.
  • Hindari memencet atau menusuk jerawat.Hal ini hanya akan meningkatkan jumlah sekresi didaerah tersebut, meningkatkan infeksi dan menimbulkan bekas luka.
  • Hindari memakai pakaian ketat yang dapat menyerap panas dan lembab yang dapat mengiritasi kulit anda.
  • Mandilah setelah melakukan aktivitas berat. Kotoran dan bakteri dapat tinggal pada kulit yang berminyak dan berkeringat.
  • Mengurangi paparan dengan sinar matahari mungkin bias membantu, tapi tetap mengenakan tabir surya tanpa minyak dan cobalah berkeringat sesedikit mungkin.
  • Mengonsumsi makanan seimbang juga berkontribusi pada kesehatan kulit.
  • Bersantailah sesekali, karena stress membuat kondisi jerawat menjadi lebih buruk.
  • Kecil adanya bukti bahwa makanan memperparah jerawat. Namun, jika makanan tertentu tampaknya memperparah kondisi jerawat pasien, maka lebih baik menghindarinya



Tips
  • Jika mengunakan lebih dari satu sediaan topikal, sebaiknya menggunakan satu sediaan di pagi hari dan sediaanya lainnya di malam hari.
  • Apabila terjadi eksaserbasi meskipun sudah diberikan perawatan, sarankan pasien untuk segera berkonsultasi ke dokter kulit.
  • Informasikan kepada pasien tentang kemungkinan efek samping dari beberapa sediaan anti jerawat, yaitu fotosensitivitas, kemerahan pada kulit, dll.


Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search