Sunday, November 4, 2018

Kongesti Nasal, Identifikasi, dan Penanganannya

Kongesti Nasal, Identifikasi, dan Penanganannya



Kongesti Nasal atau hidung tersumbat, terjadi ketika lapisan mukosa kavum nasal mengalami pembengkakan yang disebabkan inflamasi pembuluh darah. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti udara dingin, alergi, infeksi sinus, flu, atau penggunaan secara berlebihan dari obat - obat yang digunakan untuk meredakan kongesti nasal.

Identifikasi penyebab dan pengobatan kengesti nasal secara tepat penting untuk dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi serius, terutama pada anak - anak. Kongesti nasal dapat mengganggu fungsi telinga dan perkembangan kemampuan berbicara pada anak.

Neonatus, khususnya usia kurang dari 3 bulan hanya bernafas melalui hidungnya, sehinga bilamana terjadi kongesti nasal pada usia tersebut maka dapat berakibat fatal. Kongesti nasal juga dapat menyebabkan seseorang tidur mendengkur, dan bahkan mengalami henti napas selama beberapa saat selagi tidur (sleep apnea).


Identifikasi Kongesti Nasal

Pasien datang dengan keluhan hidung tersumbat

1. Apakah pasien mengalami gejala - gejala tambahan dibawah ini ?
  • Kongesti nasal berkepanjangan disertai secret hidung yang purulen dan berwarna hijau kekuningan atau keabuan
  • Riwayat penyakit saluran pernapasan
  • Demam selama lebih dari 24 jam
  • Tenggorokan terasa sangat nyeri
  • Sakit kepala hebat atau sakit pada leher
Pasien mungkin mengalami flu. Periksakan pada dokter dan ikuti penanganan yang sesuai.

2. Apakah pasien sedang menggunakan obat-obat di bawah ini ?
  • Diuretik
  • Obat anti ansietas
  • Pil KB dan obat-obat disfungsi ereksi
  • Beta blockers
  • Dekongestan nasal
Kongesti nasal mungkin disebabkan obat-obatan tertentu. Periksakan pada dokter dan ikuti penanganan yang sesuai.

Anjuran Untuk Pasien
  • Hirup uap hangat dari mangkuk yang berisi air panas untuk melegakan gejala hidung tersumbat. Didihkan 4 hingga 6 cangkir air, tuangkan ke dalam baskon atau mangkuk. Instuksikan pasien untuk menundukkan kepala diatas baskom tersebut dan menghirup uap hangatnya sambil menudungi belakang kepalanya dengan handuk agar uap tersebut terkumpul didepan hidung pasien. Terapi uap hangat ini, biasanya dianjurkan untuk dilakukan selama 10 - 15 menit untuk memperoleh hasil optimal.
  • Minum banyak cairan, seperti air putih dan jus buah segar, untuk mengencerkan lender hidung. Jangan mengkonsumsi minuman berkafein karena dapat menyebabkan dehidrasi dan memperparah gejala kongesti nasal.
  • Sedapat mungkin, hindari paparan terhadap allergen, terutama jika kongesti nasal disebabkan oleh alergi.
  • Pada neonates dan bayi atau anak kecil, gunakan aspirator nasal khusus untuk bayi. Untuk mengatasi lendir yang kental dan lengket, berikan 2 atau 3 tetes larutan garam fisiologis/salin kedalam tiap lubang hidung. Larutan ini efektif untuk meredakan gejala kongesti nasal. Tetapi harus menurut saran dokter sebelum memberikan larutan ini.
  • Beberapa toko obat atau apotek mungkin menjual plester hidung khusus yang dapat ditempelkan secara melintang pada pangkal hidung untuk membuka jalan napas sehingga pasien dapat bernapas lebih lega.


 Tips
  • Peringatkan pasien agar berhati-hati dalam memilih dan menggunakan obat bebas dekongestan nasal karena obat tersebut berpotensi memperburuk kongesti nasal jika digunakan lebih dari 2 atau 3 hari. Instruksikan pasien untuk membersihkan hidungnya untuk menggunakan tetes hidung. Penggunaan obat tetes hidung biasanya dapat menyebabkan individu bersin. Tetapi harus menurut saran dokter sebelum mengkonsumsi obat ini.
  • Jika kongesti nasal bertambah berat kendati sudah diberikan pengobatan, instruksikan pasien untuk segera kontrol kembali ke dokter.
  • Diskusikan dengan pasien mengenai cara - cara pencegahan dan penanganan yang tepat terhadap kongesti nasal.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search