Sunday, November 4, 2018

Masalah Pada Telinga, Identifikasi, dan Penanganannya

Masalah Pada Telinga, Identifikasi, dan Penanganannya



Masalah pada telinga sebagian disebabkan oleh infeksi atau reaksi kulit terhadap obat topikal yang diaplikasikan pada telinga, kosmetik, perhiasan, dan sebagainya. Masalah pada telinga juga dapat merupakan manifestasi sebagai rasa sakit akibat infeksi amandel, rahang, atau sinus. Infeksi telinga kronis dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen yang dapat berpengaruh pada kemampuan belajar atau gaya hidup seseorang. Eksposure terhadap suara keras juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Diantara banyak masalah telinga, yang paling umum terjadi adalah gangguan fungsi pendengaran, otitis media, dan gangguan pada telinga perenang. Gangguan fungsi pendengaran (tuli) adalah ketidak mampuan seseorang untuk mendengar suara secara parsial atau total. Gangguan ini dapat berkembang secara bertahap selama berbulan - bulan atau bertahun - tahun, atau mungkin terjadi tiba - tiba dalam beberapa jam atau hari.

Gangguan fungsi pendengaran yang didapati sejak kecil dapat mempengaruhi anak dalam kemampuan berbicara atau belajar dan mungkin membuat anak tersebut lebih rawan terhadap kecelakaan. Gangguan fungsi pendengaran dapat disebabkan oleh Glue Ear, suatu kondisi adanya penumpukan cairan kental pada bagian tengah telinga, atau dapat juga di sebabkan oleh kotoran telinga, yang seringkali menjadi masalah bagi orang dewasa.

Otitis Media (infeksi telinga bagian tengah) merupakan penyebab paling umum terjdi, terutama pad anak - anak. Rasa sakit terjadi akibat adanya peradangan pada telinga bagian tengah yng menyebabkan penumpukan cairan. Penumpukan cairan ini dapat terjadi dengan atau tanpa infeksi. Infeksi itu sendiri biasanya disebabkan oleh virus.

Gangguan telinga yang biasa disebut gangguan pada perenang yang dikenal dengan Infeksi Telinga Bagian Luar (Otitis Eksterna), adalah peradangan pada saluran telinga, kanal yang menghubungkan gendang telinga ke telinga luar sisi kepala. Hal ini biasanya disebabkan oleh bakteri atau jamur, terjadi saat kulit saluran telinga pecah atau robek, atau saat dibiarkan lembab.

Mencoba mengeluarkan air dalam telinga dengan cottons buds atau benda lain dapat membuat kondisi lebih buruk, menyebabkan rasa sakit dan gatal. Kondisi ini sering menyakitkan tapi jarang menyebabkan masalah serius dan biasanya dapat pulih dalam waktu cepat.


Identifikasi Masalah Pada Telinga

Pasien datang dengan gejala :
  • Nyeri atau ketidak nyamanan didalam atau disekitar telinga
  • Gangguan pendengaran
1. Apakah pasien mengalami demam, dan apakah pasien mengalami kemerahan dan peradangan pada telinga bagian luar dan kulit sekitarnya ?
Pasien mungkin saja mengalami infeksi pada saluran telinga, telinga luar, dan kulit di sekitar telinga. Periksakan pasien ke dokter atau rumah sakit terdekat agar diberi penanganan yang tepat.

2. Apakah disertai rasa sakit dan kemerahan dibelakang telinga atau terasa perlunakan saat menyentuh tulang dibelakang telinga ?
Pasien mungkin mengalami Mastoiditis, infeksi pada tulang dibelakang telinga yang disebabkan oleh Pembesaran kelenjar getah beningPeriksakan pasien ke dokter atau rumah sakit terdekat agar diberi penanganan yang tepat.

3. Apakah disertai mengalirnya pus dari telinga, dan apakah pasien terkena air yang terkontaminasi (seperti kolam renang) disertai dengan gejala - gejala berikut ini ?
  • Nyeri yang parah saat menggerakan telinga bagian luar atau mendorong tonjolan kecil pada cuping telinga
  • Gatal pada telinga bagian luar
  • Peradangan pada telinga atau kelenjar getah bening di leher
  • Telinga terasa tersumbat
  • Pendengaran berkurang
Pasien mungkin mengalami Gangguan telinga pada perenang, infeksi telinga bagian luar dan saluran telinga. Periksakan pasien ke dokter atau rumah sakit terdekat agar diberi penanganan yang tepat.

4. Apakah pus yang keluar kental atau berdarah yang dimulai setelah rasa sakit yang tajam dan tiba - tiba ?
Pasien mungkin mengalami pecah gendang telinga. Anjurkan pasien untuk menjaga telinga tetap kering saat masa pemulihan. Bantalan hangat yang diletakkan ditelinga dapat membantu meredakan rasa sakit. Periksakan segera pasien ke dokter atau rumah sakit terdekat agar diberi penanganan yang tepat.

5. Apakah paasien sedang pilek ?
Pasien mungkin mengalami otitis media, infeksi telinga bagian tengah yang mungkin disebabkan oleh bakteri menyebar melalui saluran eustachius. Periksakan pasien ke dokter atau rumah sakit terdekat agar diberi penanganan yang tepat.

6. Apakah sendi rahang pasien berbunyi saat mengunyah atau membuka mulut ?
Pasien mungkin mengalami Gangguan Temporomandibular Join (TMJ), Suatu kondisi yang mempengaruhi sendi rahang dan otot yang mengendalikan pergerakan rahang. Jika sakit yang diderita pasien parah dan smpai pasien tidak dapat membuka rahangnya, periksakan segera pasien ke dokter atau rumah sakit terdekat agar diberi penanganan yang tepat.

Jika sakit yang diderita pasien tidak parah, dan pasien masih dapat membuka rahangnya, anjurkan pasien untuk menggunakan kompres dingin atau hangat untuk menghilangkan rasa sakit. Sedikit pijatan pada otot bagian rahang juga dapat membantu. Anjurkan pasien untuk kembali ke dokter jika kondisi tidak membaik dalam 1-2 minggu.

7. Apakah pasien masih anak - anak dan memiliki gangguan pendengaran ? Apakah pasien mengalami infeksi, terutama infeksi saluran pernapasan bagian atas ?
Pasien mungkin mengalami Glue Ear yang menyebabkan terjadinya penumpukan cairan pada telinga bagian tengah. Beri penanganan yang tepat untuk pasien. Jika pasien tidak mengalami infeksi, pasien mungkin mengalami otitis serosa (penumpukan cairan) atau  seruminosis (penumpukan kotoran telinga pada saluran telinga). Periksakan pasien ke dokter atau rumah sakit terdekat agar diberi penanganan yang tepat.

8. Apakah rasa nyeri dimulai saat pesawat terbang atau setelah bepergian dengan pesawat terbang ?
Pasien mungkin mengalami barotrauma, yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara karena ketinggian dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang bersifat sementara. Gejala barotraumas biasanya sembuh dalam beberapa jam tanpa pengobatan. Jika masalah pendengaran berlanjut, periksakan pasien ke dokter atau rumah sakit terdekat agar diberi penanganan yang tepat.


Anjuran untuk Pasien

  • Pengobatan tanpa anjuran dokter terhadap masalah pada telinga sangat tidak dianjurkan.
  • Hindari penggunaan cotton bud atau perangkat lain untuk membersihkan telinga. Hal ini dapat menyebabkan impaksi kotoran telinga atau dapat merusak kulit pada saluran telinga.
  • Anjurkan pasien yang sensitive pada saluran telinga saat berenang untuk mengenakan penutup kuping saat berenang atau saat dikamar mandi untuk mencegah masuknya air ke telinga.
  • Kenakan perangkat perlindungan telinga seperti penutup telinga atau pelindung telinga saat bekerja ditempat yang bising. Suara rendah yang konstan, seperti suara mesin pemotong rumput, dapat menyebabkan gangguan pendengaran jangka panjang.
  • Hindari menekan hidung terlalu keras saat berusaha mengeluarkan secret dan hindari menarik napas terlalu leras saat anda kedinginan. Bila tidak dilakukan dengan semestinya, telinga cenderung akan terasa seperti meletup dan hal ini dapat menyebabkan lebih banyak masalah pada telinga.
  • Periksakan selalu apabila mengalami gangguan pendengaran atau masalah telinga.
  • Anak - anak yang menunjukkan tanda-tanda gangguan pendengaran, harus dibawa kedokter untuk diperiksa secara keseluruhan.
  • Dalam kasus penumpukan kotoran telinga yang berlebihan, rujuk pasien untuk menemui dokter spesialis THT.
  • Hindari bepergian dengan pesawat saat mengalami infeksi telinga.


Tips
  • Apabila kondisi telinga tidak membaik sesudah diberikan terapi, instruksikan pasien untuk segera kembali ke dokter.
  • Diskusikan dengan pasien mengenai cara - cara pencegahan dan penanganan masalah pada telinga.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search