Sunday, November 4, 2018

Mata Merah, Identifikasi, dan Penanganannya

Mata Merah, Identifikasi, dan Penanganannya



Mata Merah atau pendarahan subkonjungtiva merujuk pada gejala kemerahan atau iritasi konjungtiva yang mungkin disebabkan oleh infeksi, alergi, iritasi, kelelahan, abrasi atau ulserasi pada kornea, dan benda asing pada mata. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, dapat sembuh sendiri, dan jarang mempengaruhi fungsi penglihatan. Namun demikian, jika kondisi ini berlangsung terus selama beberapa hari, mungkin menandakan adanya kelainan atau penyakit tertentu yang harus dideteksi dan ditangani segera.


Identifikasi Mata Merah

Pasien mengalami gejala mata merah dan gatal.

1. Apakah pasien telah mengalami cedera pada mata ?
Bawa pasien segera kerumah sakit terdekat.

2. Apakah ditemukan benda asing dalam mata ?
Suatu benda asing pada mata dapat menimbulkan nyeri dan kemerahan sehingga harus disingkirkan segera sebelum mengakibatkan infeksi. Untuk kasus minor, mungkin dapat diatasi dengan tindakan P3K oleh dokter atau tenaga medis yang berkompeten. Namun demikian, sangat disarankan untuk membawa pasien segera ke klinik atau rumah sakit untuk segera ditangani.

3. Apakah pasien mengalami keluhan matanya mengeluarkan secret kental dan terasa seperti kemasukan pasir, dan apakah secret mata berwarna kuning kehijauan dan kental ?
Pasien mungkin mengalami konjungtivitis bakteri. Periksakan pasien ke dokter atau rumah sakit terdekat dan ikuti anjuran terapi yang diberikan.

4. Apakah secret mata bersifat encer dan jernih seperti air ?
Pasien mungkin mengalami Konjungtivitis VirusPeriksakan pasien ke dokter atau rumah sakit terdekat dan ikuti anjuran terapi yang diberikan.

5. Apakah kondisi ini disertai gejala mata berair dan hidung meler ?
Pasien mungkin mengalami rinitis alergi yang mungkin dipicu oleh paparan terhadap allergen sperti serbuk tumbuhan atau bulu binatang. Periksakan pasien ke dokter atau rumah sakit terdekat dan ikuti anjuran terapi yang diberikan.

6. Jika pasien tidak mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan, Pasien mungkin mengalam iritasi mata akibat paparan terhadap zat kimia atau zat iritan yang terdapat dilingkungan sekitar, seperti klorin atau asap (rokok, kendaraan,pabrik,dll). Periksakan pasien ke dokter atau rumah sakit terdekat dan ikuti anjuran terapi yang diberikan.


Anjuran Untuk Pasien
  • Jika pasien menggunakan lensa kontak, lepaskan lensa kontak terlebih dahulu ketika akan menggunakan tetes mata karena beberapa produk tetes mata mengandung obat-obatan atau bahan pengawet yang dpat merusak lensa kontak.
  • Jangan mengenakan lensa kontak jika sedang mengalami infeksi mata.
  • Hindari zat-zat yang dapat mengiritasi mata, seperti asap, debu, kosmetik, dan klorin didalam air kolam renang, terutama jika zat-zat ini telah diketahui dapat memperburuk kondisi mata.
  • Kenakan kacamata pelindung pada saat bekerja ditempat pemotongan logam atau menyerutan dan pemotongan kayu.
  • Hindari tindakan menggosok - gosok mata secara berlebihan karena dapat menyebabkan infeksi bertambah berat atau lama sembuh.
  • Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan secara berkala dan tidak sering menyentuh bagian mata dan sekitarnya.
  • Jangan menggunakan peralatan kosmetik milik orang lain.
  • Ganti sprei, sarung bantal, atau guling secara rutin beberapa hari sekali.
  • Kompres mata yang sakit untuk meredakan mata nyeri atau tidak nyaman. Caranya yaitu dengan merendam kain bersih dalam air hangat, lalu peras dan kompreskan mata dalm kondisi mata tertutup.



Tips
  • Obat tetes mata sebaiknya tidak digunakan selama lebih dari 4 minggu.
  • Jika gejala mata merah cukup berat, rujuk pasien ke dokter spesialis mata untuk diperiksa dan ditangani lebih lanjut.
  • Diskusikan mengenai cara-cara penceghan dan penanganan mata merah dengan dokter.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search