Monday, November 5, 2018

Migren, Identifikasi, dan Penanganannya

Migren, Identifikasi, dan Penanganannya



Migren merupakan sakit kepala vascular yang sering dan sangat nyeri serta terjadi pada satu sisi kepala saja. Kondisi ini umumnya mulai terjadi pada saat pubertas atau menjelang dewasa, dan dianggap bersifat herediter.

Penyebab migren belum sepenuhnya diketahui. Para ahli mengaitkan kondisi ini dengan dilatasi (pelebaran) pembuluh darah, sehingga menstimulasi ujung saraf. Migren disebut kronik jika seranganya berulang. Migren tidak berbahaya, dan belum ada bukti dapat menyebabkan kelainan lainnya.


Identifikasi Migren

Pasien mengalami nyeri pada salah satu atau kedua sisi kepala.

1. Apakah sakit kepala memiliki ciri - ciri sebagai berikut ?
  • Terjadi pada kedua sisi kepala
  • Nyeri ringan hingga sedang
  • Nyeri seperti tertekan
  • Nyeri tidak memburuk selama beraktivitas
Pasien mungkin menderita sakit kepala menekan (tension headache), pada kepala dan leher, yang biasanya berkaitan dengan ketegangan otot pada bagian tersebut. Periksakan pasien ke dokter dan ikuti petunjuk yang diberikan.

2. Apakah sakit kepala memiliki ciri - ciri sebagai berikut ?
  • Terjadi pada kedua sisi kepala
  • Nyeri hebat berlangsung selama 15 - 180 menit
  • Nyeri juga dirasakan disekitar atau dibelakang salah satu mata
Pasien mungkin mengalami cluster headache, yang terjadi pada salah satu sisi kepala dan dapat disertai gejala mata berair dan hidung tersumbat. Sakit kepala biasanya terjadi begitu saja tanpa ada gejala awal dan memiliki pola siklik. Periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan berikan terapi yang tepat untuk pasien.

3. Apakah sakit kepala memiliki ciri - ciri sebagai berikut ?
  • Timbul pada salah satu sisi kepala.
  • Intensitas sedang hingga berat, berlangsung selama 4 - 72 jam.
  • Sakit kepala berdenyut

      Pasien mungkin mengalami migren klasik

Lalu, apakah disertai gejala - gejala sebagai berikut ?
  • Gejala - gejala visual (misalnya melihat ada kerlap kerlip cahaya, bintik - bintik atau garis - garis, atau hilangnya daya penglihatan)
  • Gejala - gejala sensorik (misalnya lengan atau tungkai terasa kesemutan atau nyeri seperti ditusuk - tusuk jarum, wajah atau salah satu sisi tubuh terasa kebas, seperti mendengar suara berisik atau berdengung)
  • Kesulitan berbicara
  • Gerakan menyentak-nyentak tak terkontrol
Jika pasien tidak mengalami gejala-gejala tersebut, pasien mungkin mengalami Migren Umum (Common Migraine Headache)Periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan berikan terapi yang tepat untuk pasien.

4. Apakah ada gejala - gejala atau tanda - tanda peringatan berikut ini ?
  • Timbul sakit kepala jenis baru atau yang berbeda dari sebelumnya
  • “Thunderclap headache” (Intensitas puncak terjadi dalam hitungan detik atau menit)
  • Sakit kepala terparah yang belum pernah dirasakan sebelumnya
  • Defisit neurologis, gangguan sensorik
  • Perubahan pada jenis atau pola sakit kepala yang sudah ada
  • Awitan baru sakit kepala terjadi pada usia diatas 50 tahun
  • Sakit kepala disertai demam, penurunan berat badan, klaudikasio rahang
  • Demam
  • Kaku duduk
  • Sakit kepala sebelah yang peristen
Kemungkinan ini adalah sakit kepala sekunder yang diakibatkan oleh kondisi patologis yang mendasarinya, misalnya penyakit infeksi, neoplasma, vascular, penggunaan obat - obatan, atau idiopatik (tidak diketahui penyebabnya. Periksakan pasien ke dokter spesialis saraf.

5. Jika penyakit tidak dapat dianalisa dengan skema diatas, mungkin pasien menderita sakit kepala sederhana (simple headache).


Anjuran Untuk Pasien

Migren
  • Tidur adalah obat terbaik. Anjurkan pasien beristirahat atau tidur di ruangan gelap setelah mengkonsumsi obat
  • Obat bebas untuk pereda nyeri kurang bermanfaat karena memberikan efek yang lama.
  • Bernapas dalam dan teratur, sehingga perut dan dada mengembang terisi udara dan kempiskan kembali saat membuang napas.
  • Catatlah hal - hal yang dapat menyebabkan migren, untuk membantu mengidentifikasi faktor penyebab dan menghindari timbulnya serangan migren.
  • Jalani terapi dengan oksigen, bila dianjurkan oleh dokter.
  • Hentikan penggunaan pil kontrasepsi bila dapat menyebabkan migren.
  • Hindari makanan tertentu, terutama yang banyak mengandung tiramin (keju) atau sulfit (anggur) atau nitrat (kacang, daging olahan).
  • Akupuntur dapat dilakukan dan bermanfaat sebagai terapi alternatif (non medis).


Cluster Headache
  • Pijat otot - otot leher.
  • Mandi dengan air hangat.
  • Berlatihlah teknik relaksasi, seperti meditasi, mendengarkan music, dll.
  • Cukup istirahat dan relaksasi.
  • Walau aspirin atau asetaminofen dapat meredakan nyeri, hindari penggunaan yang terlalu sering.
  • Berbaring di ruang yang gelap dapat meredakan gejala
  • Berhenti merokok dan kurangi konsumsi alkohol.


Sakit Kepala Menekan (Tension Headache)
  • Hindari faktor pencetus seperti stress, depresi dan gelisah, kurang tidur, melewatkan waktu makan, posisi/postur yang buruk, kurang berolahraga, terlalu banyak menggunakan obat sakit kepala.
  • Hindari tidur terlalu lama saat liburan dan akhir minggu.
  • Kenali dan catat faktor-faktor pemicu sakit kepala.
  • Pergilah segera keruangan yang gelap dan berbaring.
  • Kompres dahi dengan air dingin dan kain.
  • Buatlah seluruh tubuh rileks, terutama pada bagian mata, dahi, rahang dan otot leher hingga jari kaki.


Tips

  • Periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan berikan terapi yang tepat untuk pasien biasanya dokter akan memberikan obat pereda nyeri untuk mengurangi migren. 
  • Bila migren bertambah parah walau telah mengkonsumsi obat, anjurkan pasien untuk segera kontrol kembali ke dokter.
  • Diskusikan mengenai cara - cara pencegahan dan penanganan migren yang tepat.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search