Monday, November 5, 2018

Nyeri Otot, Identifikasi, dan Penanganannya

Nyeri Otot, Identifikasi, dan Penanganannya



Nyeri otot atau mialgia, adalah nyeri yang melibatkan salah satu atau semua otot tubuh. Dibandingkan dengan nyeri tulang, nyeri otot relatif lebih ringan tetapi adakalanya dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Nyeri otot juga sembuh lebih cepat dan hanya membutuhkan waktu sekitar 48 jam, terutama jika nyeri disebabkan karena kelelahan otot.

Nyeri otot dapat disebabkan oleh ketegangan atau stress, peregangan yang berlebihan karena latihan fisik yang terlalu berat, serta cedera atau trauma, termasuk keseleo. Banyak jenis penyakit, seperti misalnya autoimun, infeksi otot, dan infeksi menyeluruh lainnya, juga dapat menyebabkan nyeri otot.

Rasa tidak nyaman pada nyeri otot umumnya menghilang setelah otot bagian tubuh yang nyeri di istirahatkan. Namun, nyeri otot yang berlangsung secara persisten atau rekuren mungkin membutuhkan penanganan dokter segera karena mungkin menandakan adanya kelainan atau penyakit fisik.


Identifikasi Nyeri Otot

Pasien mengalami keluhan berupa gejala nyeri atau rasa tidak nyaman pada otot.

1. Apakah nyeri timbul sesaat setelah pasien mengalami cedera atau kecelakaan ? dan apakah pasien merasa sangat kesakitan walaupun dalam keadaan istirahat sehingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya ?
Gawat darurat. Bawa segera pasien ke rumah sakit. Jika pasien tidak mengalami gejala tersebut, pasien dapat diberikan obat pereda nyeri untuk meredakan nyeri. Anjurkan pasien untuk memeriksakan diri kedokter jika kondisi tidak juga membaik dalam waktu 48 jam.

2. Apakah pasien sedang menggunakan obat-obat tertentu ?
Ini mungkin disebabkan efek samping dari obat - obat tertentu. Periksakan pasien ke dokter dan ikuti petunjuk anjuran yang diberikan.

3. Apakah nyeri disertai dengan gejala - gejala muntah, demam, lemah, dan kurang enak badan ?
Mungkin ini disebabkan karena penyakit infeksi, seperti flu, penyakit lyme, malaria, abses otot, polio, rocky mountain spotted fever, dan cacingan. Periksakan pasien ke dokter dan ikuti petunjuk anjuran yang diberikan.

4. Jika penyebab penyakit tidak dapat dianalisa dengan skema diatas, pasien mungkin mengalami nyeri otot yang tidak jelas penyebabnya terutama jika disertai dengan gejala - gejala lain yang juga tidak diketahui penyebabnya. Periksakan pasien ke dokter dan ikuti petunjuk anjuran yang diberikan.



Anjuran Untuk Pasien
  • Cukup tidur dan coba kurangi stress dengan melakukan latihan relasasi, seperti yoga atau meditasi.
  • Olahraga teratur dapat membantu memperbaiki tonus otot.
  • Olahraga ringan juga dapat mencegah timbulnya nyeri otot.
  • Lakukan gerakan pemanasan sebelum berolahraga, dan gerakan pendinginan setelah berolahraga.
  • Mulai lakukan olahraga dengan perlahan lalu tingkatkan kecepatan dan intensitasnya secara bertahap.
  • Hindari olahraga jenis aerobic high impact dan latihan beban jika sedang terjadi cedera atau nyeri.
  • Jika otot mengalami cedera/keseleo, istirahatkan selama beberapa jam untuk membantu mempercepat proses penyembuhan.
  • Untuk atasi nyeri otot yang disebabkan karena cedera atau kelelahan, istirahatkan bagian tubuh yang terkena dan gunakan acetaminophen dan ibuprofen untuk meredakan nyeri.
  • Nyeri otot akibat kelelahan dan fibromialgia seringkali memberi respon yang baik terhadap pemijatan.
  • Untuk mengurangi pembengkakan, tinggikan otot yang cedera dan kenakan perban elastic.
  • Minum banyak air sebelum, selama, dan sesudah berolahraga, terutama saat cuaca panas untuk mencegah dehidrasi yang dapat memicu timbulnya kram otot.
  • Lakukan gerakan peregangan otot - otot setidaknya tiap jam jika tubuh berada dalam posisi yang sama terus menerus dalam waktu yang lama.



Tips
  • Jika otot terasa sangat nyeri atau nyeri berlangsung terus menerus, instruksikan pasien untuk segera periksa kembali ke dokter.
  • Diskusikan dengan pasien mengenai cara - cara pencegahan dan penanganan nyeri otot.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search