Sunday, November 4, 2018

Pemberian gizi yang seimbang untuk bayi

Pemberian gizi yang seimbang untuk bayi



Pemberian gizi yang seimbang untuk bayi

Di berbagai grup tumbang anak serta grup MPASI yang saya ikut bergabung di dalamnya. Sering sekali saya melihat postingan pertanyaan mengenai apa saja yang seharusnya diberikan pada awal MPASI. Makanan yang bergizi itu seperti apa? Yang bagus untuk perkembangan otak bayi itu apa saja? Dampak apa yang bisa terjadi jika bayi kekurangan nutrisi dan gizi?

Sebelum membahas soal nutrisi dan gizi untuk balita. Perlu mengetahui arti dari nutrisi dan gizi tersebut. Nutrisi dan gizi itu berbeda.
  • Nutrisi adalah seluruh makanan yang mengandung zat-zat gizi yang diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan itu bayi mengalami pertumbuhan berat badan dan tinggi badan. Sedangkan perkembangan yaitu perkembangan motorik bayi baik halus maupun kasar.
  • Gizi, seperti yang dikutip dari situs lusa.web.id adalah ikatan kimia yang dibutuhkan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu untuk menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan. Berdasarkan para ahli gizi yaitu sesuatu yang mempengaruhi proses perubahan semua jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh yang dapat mempertahankan kehidupan.
Nutrisi bagi bayi sangat penting apalagi pada masa golden age atau periode masa emas. Nutrisi sangat penting untuk perkembangan otak bayi. Yang paling dibutuhkan bayi adalah lemak. Dan lemak ini terdapat pada protein hewani. Lemak sangat penting bagi tumbuh kembang bayi, terutama otaknya. Otak membutuhkan 30% lemak untuk perkembangannya. Komponen otak 60% adalah lemak. Karena itu bayi tidak disarankan diet lemak. Jika diet lemak, maka otaknya tidak akan berkembang karena kekurangan nutrisi.

Pemenuhan gizi sebaiknya diberikan sejak bayi masih dalam kandungan. Yaitu dengan cara memberikan asupan gizi yang baik dan seimbang, pemeriksaan kesehatan ibu selama masa kehamilan, dan setelah bayi lahir jangan lupa berikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan setelah memasuki usia 6 bulan diberikan makanan padat dengan menu gizi seimbang sejak awal MPASI hingga minimal anak berusia 2 tahun.

Menurut WHO pemenuhan gizi pada bayi sebaiknya berikan MPASI dengan menu gizi seimbang, bukan lagi empat sehat lima sempurna. Panduan empat sehat lima sempurna sudah tidak berlaku lagi. Karena konsumsi susu selain ASI secara berlebihan bisa menghambat penyerapan zat besi. Jika memang diharuskan konsumsi susu selain ASI, boleh diberikan tetapi jangan sampai melebihi 500 ml dalam sehari. Namun, jika masih konsumsi ASI sebaiknya hindari konsumsi susu selain ASI. Dan berikan dengan memberi jeda waktu sekitar 2 jam setelah makan, supaya tidak menyerap zat besi dari makanan yang dikonsumsi.

Zat besi ini sangat penting bagi bayi dan balita. Kekurangan zat besi dapat berdampak negatif ke kecerdasan, perilaku, dan kemampuan motor anak. Selain itu zat besi juga sangat penting untuk perkembangan otak bayi. Kekurangan zat besi pada anak juga bisa menyebabkan Anemia defisiensi besi. Memenuhi kebutuhan zat besi yang paling baik adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Makanan yang mengandung sumber zat besi paling tinggi adalah daging berwarna merah. Sayuran hijau juga mengandung zat besi yang tinggi tetapi hanya diserap sekitar 3-8% dibandingkan dengan sumber hewani yang diserap sebesar 23%. Kebutuhan zat besi bayi usia 6-12 bulan adalah 11 mg per hari, sedangkan anak berusia 1- 3 tahun (balita) membutuhkan zat besi lebih sedikit, yaitu 7 mg per hari. ASI hanya memenuhi 0,3 mg zat besi per hari.

Tips memenuhi kebutuhan zat besi bagi bayi dan balita, di antaranya:
  1. Beri makanan yang mengandung tinggi zat besi minimal 2 kali per hari.
  2. Berikan buah yang mengandung vitamin c untuk membantu penyerapan zat besi.
  3. Jangan berikan susu (kecuali ASI) setelah konsumsi makanan yang mengandung zat besi karena akan menghambat penyerapan zat besi.
  4. Berikan susu minimal 2 jam setelah makan kecuali ASI.
  5. Jangan beri kopi dan teh pada balita di bawah 5 tahun, karena kopi dan teh mengandung kafein dan tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi.
  6. Berikan susu dengan batas maksimal 500 ml dalam sehari.

Zat besi ini ada dua jenis, zat besi heme dan non heme. Zat besi heme ini dari hewan dan non heme ini dari tumbuhan. Sumber zat besi hewani dan non hewani:
  • Daging sapi :0,8 mg
  • Daging kambing:1 mg
  • Hati ayam:3,6 mg
  • Hati sapi:1,7 mg
  • Bayam:1 mg
  • Brokoli:0,2 mg
Lalu apa sih yang dimaksud dengan menu itu, banyak yang tidak paham soal menu bahkan jenis-jenis kelompoknya juga banyak yang kurang paham. Berikut ulasan seputar menu di antaranya:
  1. Karbohidrat: merupakan sumber energi utama tubuh. Jenis karbo: Beras putih, beras merah, segala jenis ubi, singkong, roti, mi, oat, gandum, makaroni, pasta, kabocha(labu kuning), kentang, singkong, jagung.
  2. Protein hewani: sebagai sumber zat penyusun komponen tubuh,pembangun dan pembentuk sel tubuh serta pembentuk otot. Daging, telur ayam, telur puyuh, ayam, ikan laut, ikan air tawar, kerang, kepiting, udang dll.
  3. Protein nabati: Sebagai sumber pembangun sel baru, memelihara jaringan dan mengatur fungsi sel. Buncis, kacang panjang, kacang merah, kacang hijau, kacang polong, tahu, tempe, jamur dan segala jenis kacang-kacangan.
  4. Sayur: Sebagai sumber vitamin, mineral dan gizi bagi tubuh. Jenis sayuran diantaranya Wortel, bayam, kangkung, labu siam, kembang kol dan aneka sayuran berdaun hijau lainnya.

Penyerapan nutrisi dan gizi yang paling baik dan optimal adalah ketika si bayi belum berusia 2 tahun. Nutrisi dan gizi yang sehat serta seimbang bisa mencegah stunting pada anak. Indonesia merupakan negara yang rawan stunting. Prevalensi stunting di Indonesia memprihatinkan. WHO menetapkan batasan masalah gizi tidak lebih dari 20%. Faktanya, di Indonesia keadaan stunting pada balita berada pada angka 35,6 persen. Karena itu Indonesia masuk dalam kategori gizi buruk.

Lalu apa sih yang dimaksud dengan stunting itu sendiri? Stunting yaitu proses gagal tumbuh karena kekurangan nutrisi. Karena itu mari kita bantu cegah supaya anak-anak Indonesia tidak lagi mengalami stunting atau gagal tumbuh. Dengan membantu memberikan menu makan dengan gizi yang sehat dan seimbang. Stunting bisa dicegah sejak bayi masih dalam kandungan sampai usia 2 tahun. Stunting baru kelihatan setelah anak berusia 2 tahun, dengan ciri berat badan dan tinggi badan tidak sesuai dengan standar.

Jadi janganlah percaya pada mitos yang beredar di kalangan masyarakat umum serta menuruti apa kata orang tua zaman dulu. Yaitu bayi dan balita dilarang konsumsi protein hewani seperti ikan laut, telur, ayam dan daging sapi. Menurut orang zaman dulu bisa menyebabkan cacingan. Dan itu MITOS. Cacingan terjadi bukan karena konsumsi protein hewani, tetapi karena kurangnya menjaga kebersihan dan sering bermain tanah. Dan cacingan juga tidak bisa dilihat melalui kasat mata, namun hanya bisa dilihat jika melakukan tes lab.

Demikian pembahasan mengenai pemberian gizi seimbang pada bayi dan balita. Semoga bermanfaat. Terimakasih.



Sumber:
  • https://dinkes.inhukab.go.id/?p=3348
  • https://hellosehat.com/parenting/nutrisi-anak/zat-besi-untuk-anak/
  • https://schoolofparenting.id/apa-itu-stunting-dan-bagaimana-cara-mencegahnya/
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Nutrisi
  • https://www.sekolahpendidikan.com/2017/05/pengertian-gizi-jenis-jenis-dan-fungsi.html?m=1
  • https://id.theasianparent.com/cukupkah-kandungan-zat-besi-pada-makanan-bayi-anda/
  • https://duniasehat.net/2014/02/11/makanan-pendamping-asi-mpasi-who/



Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search