Thursday, November 8, 2018

Tangani Luka Dengan Tepat

Tangani Luka Dengan Tepat



Pernahkah anda mengalami luka ? baik itu karena terjatuh dari kendaraan, tergores benda tajam, tertusuk paku, maupun karena hal lainnya ? Jika tidak ditangani dengan benar, luka dapat berakibat fatal. Seseorang dapat kehabisan darah jika lukanya tidak segera ditangani, dan seseorang dapat mengalami infeksi jika luka tidak ditangani dengan benar, yang dapat berujung pada amputasi pada bagian yang terinfeksi atau lebih buruknya lagi, dapat mengakibatkan kematian. Karena pentingnya pengetahuan tentang tata cara menangani luka dengan tepat, kali ini akan dibahas mengenai definisi luka, macam-macam luka, dan cara penanganannya.

Luka didefinisikan sebagai kerusakan pada kulit akibat cedera, pembedahan, atau trauma fisik. Semua faktor penyebab ini mengakibatkan terganggunya integritas kulit sehingga mempermudah masuknya mikroorganisme kedalam jaringan tubuh. Karena adanya kerusakan pada kulit dan terpaparnya jaringan tubuh terhadap udara bebas, maka bakteri dapat masuk kedalam jaringan tubuh dan selanjutnya menimbulkan infeksi.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko infeksi meliputi jarak waktu antara terjadinya luka dengan pemberian terapi, adanya benda asing pada luka, lokasi luka, cedera yang mengenai jaringan yang lebih dalam (seperti otot dan tulang), adanya jaringan mati, dan faktor internal (usia, kondisi medis, dan status gizi seseorang).


Identifikasi Luka

Anda mengalami suatu kejadian sehingga menimbulkan luka terbuka.

1. Apakah anda telah mengalami luka minor dibawah ini dalam waktu kurang dari 1 minggu sebelumnya ?
  • Luka potong/sayat
  • Luka cakaran, luka gores, dan luka lecet
  • Robekan pada kulit ari
  • Luka sengatan serangga atau gigitan
Langkah pertama adalah lakukan tindakan P3K. Setelah 48 jam, apakah ada tanda-tanda infeksi seperti demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kemerahan di sekitar luka ? Jika tidak terdapat tanda-tanda infeksi, berarti luka sudah sembuh sempurna.

2. Apakah luka sudah terjadi lebih dari 1 minggu yang lalu ?
Segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Apakah anda mengalami salah satu jenis luka dibawah ini ?
  • Luka yang besar atau mengalami komplikasi
  • Tampak adanya kotoran atau debris pada luka setelah dibersihkan
  • Luka bakar yang berat
  • Luka cukup lebar sehingga perlu dijahit
  • Luka juga mengenai jaringan lemak atau otot
  • Luka dengan benda asing yang terlihat jelas (seperti kotoran, daun, kaca, logam, atau kerikil)
  • Luka disertai dengan darah yang menyembur ke luar
  • Luka yang disertai rasa sangat nyeri atau mengakibatkan rasa kebas atau ketidakmampuan untuk menggerakkan bagian tubuh dibawah daerah luka
  • Luka tusuk

 Segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

4. Apakah luka tersebut disebabkan oleh gigitan hewan ?
Anda berisiko mengalami infeksi dan rabies. Gawat darurat, segera pergi ke rumah sakit atau periksakan diri ke dokter terdekat.


Tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
  • Hentikan pendarahan dengan menekan bagian yang berdarah dengan jari atau tangan selama sekurang-kurangnya 5 menit. Bila perlu, tinggikan bagian tubuh yang berdarah tersebut hingga melebihi posisi jantung. Jika pendarahan juga tidak berhenti selama beberapa menit atau sesudah dilakukan penekanan, segera periksakan diri ke dokter.
  • Singkirkan kotoran dan partikel yang terdapat pada luka, lalu cuci luka dengan sabun dan air mengalir atau disemprot dengan larutan salin normal. Jangan gunakan larutan yang bersifat kuat seperti alkohol, yodium, atau peroksida.
  • Keringkan luka dan berikan salep antibiotic dan balut dengan perban sekurang-kurangnya 24-48 jam, diawasi oleh petugas medis atau dokter.
  • Ganti kasa pembalut sekurang-kurangnya sekali sehari, tergantung beratnya luka, sesuai petunjuk dokter.




Jenis Luka dan Penanganannya

1. Luka tusuk, misalnya tertusuk serpihan/pecahan kaca/kuku.
  • Untuk luka pembedahan dan luka robek, dekatkan kedua tepi luka dengan plester.
  • Untuk luka yang berukuran kecil, singkirkan kotoran dan bersihkan luka dengan larutan salin normal.
  • Tutup luka dengan kasa pembalut yang mengandung obat untuk membantu penyembuhannya, dan melindunginya dari infeksi.
  • Luka minor sebaiknya ditutup dengan plester.
  • Periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi luka dan mendapatkan penanganan yang lebih baik.

2. Luka Bakar
  • Bila memungkinkan, berikan tindakan pertolongan pertama untuk luka bakar karena zat kimia, dengan cara : siram dengan air dingin yang mengalir selama sekurang-kurangnya 10-20 menit.
  • Untuk luka bakar yang lebih serius, berikan tindakan penanganan yamg sesuai dengan instruksi yang diberikan dokter atau paramedis.
  • Lindungi kulit yang terluka dengan menggunakan kasa pembalut khusus yang mengandung hidrokoloid.
  • Periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi luka dan mendapatkan penanganan yang lebih baik.


3. Luka robek

  • Luka robek seringkali terjadi pada orang lanjut usia. Hentikan pendarahan yang timbul dengan menekannya dengan kasa. 
  • Selanjutnya berikan kasa pembalut yang mengandung obat pada luka tersebut lalu dekatkan kedua tepi luka dengan plester luka. 
  • Periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi luka dan mendapatkan penanganan yang lebih baik.


Tips Merawat Luka Agar Cepat Sembuh

  • Bersihkan luka lalu gosok secara hati-hati dengan sabun yang bersifat ringan dan air.
  • Bersihkan luka secara hati-hati agar luka tidak semakin parah, tetapi tindakan ini sebaiknya dilakukan dengan cermat untuk menyingkirkan benda-benda asing yang didapati pada luka dan berpotensi menyebabkan infeksi.
  • Sedapat mungkin, jaga agar daerah luka tetap lembab, tetapi tidak basah.
  • Tutup luka dengan kasa steril untuk menjaga agar tidak dimasuki bakteri.
  • Lakukan pemantauan luka secara ketat terhadap adanya tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan disekitar luka, nanah, pembengkakan, rasa hangat pada kulit di sekitar luka, dan nyeri yang semakin berat.
  • Bersihkan luka setiap kali akan mengganti kasa pembalut.
  • Hindari penggunaan obat antibakteri topikal kecuali jika diresepkan oleh dokter, agar tidak timbul resistensi bakteri.
  • Konsumsi makanan yang banyak mengandung protein dan vitamin A,C,D, dan E untuk membantu proses penyembuhan luka.


Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search