Thursday, December 27, 2018

Cara Mengatasi Gigitan Ular Berbisa

Cara Mengatasi Gigitan Ular Berbisa


Bagi anda pecinta kegiatan outdoor seperti hiking, camping, rafting, dan sebagainya, terkena gigitan ular berbisa merupakan sebuah resiko yang harus anda antisipasi sedini mungkin. Gigitan ular berbisa dapat berakibat fatal yaitu kematian jika terlambat di tangani. Saat melakukan kegiatan outdoor, biasanya pusat kesehatan berada jauh dari lokasi, karena lokasi kegiatan outdoor biasanya berada di tengah hutan atau di puncak gunung. Ancaman gigitan ular berbisa-pun mengintai setiap saat karena hutan merupakan habitat alami ular tersebut. Pertolongan pertama harus segera dilakukan setelah seseorang terkena gigitan ular berbisa. Terlambat sedikit saja dapat mengancam keselamatan jiwa orang tersebut.

Ular merupakan salah satu binatang yang banyak ditemukan di Negara tropis seperti Indonesia. Jika diganggu atau merasa terganggu, ular akan melakukan pertahanan diri dengan cara menggigit korbannya. Luka akibat gigitan ular dapat berasal dari ular berbisa maupun yang tidak berbisa. Umumnya ular menggigit pada saat jam - jam aktif seperti pagi hari dan sore hari. Setiap tahunnya, terdapat ribuan orang yang meninggal akibat gigitan ular. Gigitan ular berbisa merupakan kondisi darurat medis karena dapat menyebabkan syok dan kematian. Penanganan yang cepat dan tepat terhadap gigitan ular berbisa dapat menurunkan angka kematian hingga lebih dari 90%. Terdapat lebih dari 2000 jenis ular di dunia ini, tetapi hanya 200 jenis saja yang berbisa.

Untuk memperkirakan apakah ular tersebut berbisa atau tidak, dapat diketahui dari tanda berikut ini :


Ular berbisa
  • Bentuk kepala segi empat panjang.
  • Gigi taring kecil.
  • Bekas gigitan berupa luka halus berbentuk lengkungan.


Ular tidak berbisa
  • Bentuk kepala segitiga.
  • Dua gigi taring besar di rahang atas.
  • Bekas gigitan berupa dua lubang gigitan utama akibat gigi taring.


Gigitan ular berbisa dapat menyebabkan kerusakan di tempat gigitan dan gangguan sistemik lainnya. Gejala ditempat gigitan umumnya terjadi dalam 30 menit sampai 24 jam. Gejalanya berupa bengkak dan nyeri, dan timbul bercak kebiruan. Kematian jaringan dapat terjadi pada luka bekas gigitan yang dapat mempersulit penanganan. Gejala lainnya yang muncul berupa kelemahan otot, menggigil, berkeringat, mual, muntah, nyeri kepala dan pandangan kabur.

Bisa ular dapat menyebabkan gejala khusus di beberapa organ, yaitu :

  • Hematotoksik. Bersifat racun terhadap darah, dapat menyebabkan pendarahan ditempat gigitan, pendarahan ditempat lain seperti paru, jantung, otak, gusi, saluran cerna, dan pembekuan darah.
  • Neurotoksik. Bersifat racun terhadap syaraf, menyebabkan penderita mengalami pelemahan otot tubuh, kekakuan hingga kejang.
  • Sindroma kompartemen. Merupakan suatu sindrom yang mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan dalam sekumpulan otot yang mengakibatkan pembengkakan.


Cara Mengatasi Gigitan Ular Berbisa

Ketika seseorang telah tergigit terpapar bisa ular, maka orang tersebut memiliki waktu 30 menit untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum bisa ular tersebut menyebar keseluruh tubuh melalui aliran darah. Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan ketika terkena gigitan ular berbisa, yaitu :
  • Lakukan imobilisasi terhadap bisa ular. Langkah pertama untuk menangani gigitan ular berbisa adalah dengan melakukan imobilisasi. Caranya adalah dengan membuat bagian tubuh yang terkena gigitan ular tidak bergerak sama sekali yaitu dengan menghimpit anggota tubuh yang terkena gigitan ular dengan kayu, bamboo, atau kardus layaknya orang yang mengalami patah tulang.
  • Segera mencari bantuan medis. Bila bagian tubuh yang telah terpapar bisa ular sudah berhasil di imobilisasi, segera cari bantuan medis, karena kini anda memiliki lebih banyak waktu untuk membawa korban yang terkena gigitan ular maksimal 48 jam.
  • Jangan melakukan lokalisasi bisa. Biasanya, orang awam ketika terkena gigitan ular akan melakukan lokalisasi bisa ular dengan mengikat bagian tubuh yang terpapar bisa ular dengan kain yang cukup kuat sehingga menghentikan aliran darah dan bisa ular tidak menyebar. Ini merupakan cara yang keliru, karena dapat menyebabkan matinya pembuluh darah, dan dapat mengakibatkan kelumpuhan serta kehilangan kemampuan berbicara.




      Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kesehatan keluarga anda. Kini, tak perlu repot lagi antri untuk berobat. Segera Download Aplikasi Rusabook sekarang juga. 

Jangan lupa follow akun sosial media kami di:
Bila ada pertanyaan bisa email ke : info@rusabook.com dan kunjungi website kami di http://www.rusabook.com


Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search