Tuesday, September 10, 2019

Tips Menghadapi Kehamilan Pada Usia 30 Tahun

Tips Menghadapi Kehamilan Pada Usia 30 Tahun


Wanita umumnya dianjurkan untuk hamil pada usia sekitar 20 - 30 tahun. Hal ini dikarenakan jika wanita mengandung pada usia diatas 30 tahun tentunya hal ini menjadi sangat berisiko. Kehamilan pada usia diatas 30 tahun memiliki kemungkinan besar dapat menyebabkan gangguan pada ibu dan janin yang ada didalam kandungannya. Oleh karena itu, disarankan untuk memiliki anak pada usia sekitar 20 - 30 tahun saja. Tetapi, jika wanita menikah di usia 23 - 25 tahun, sebelum berusia 30 tahun diharapkan sudah memiliki minimal satu orang anak.

Berdasarkan data yang diperoleh dari penilitian, wanita yang berusia 30 tahun lebih banyak melahirkan dibandingkan wanita yang berusia 20 tahun-an. Tren ini terus meningkat dibeberapa Negara terutama pada Negara maju. Pernikahan jarang dilakukan pada usia awal dewasa. Hal ini dikarenakan usia 30 tahun dipandang sebagai usia yang matang untuk membina rumah tangga. Usia 30 tahun memang tidak disarankan untuk mengalami kehamilan. Tetapi, jika terjadi kehamilan pun sebenarnya tidak masalah, hanya saja menjadi lebih berisiko jika dibandingkan dengan kehamilan pada usia 20 tahun. Usia 35 tahun adalah masa akhir wanita untuk bisa hamil dengan risiko yang lebih banyak.

Kehamilan sangat dipengaruhi oleh kesehatan pria dan wanita. Jika wanita-nya sehat dan subur, sementara pria-nya tidak subur, maka kehamilan tidak akan terjadi. Sebaliknya, jika pria subur sedangkan wanita-nya tidak subur, tingkat terjadinya kehamilan pun akan rendah. Oleh karena itu, menjaga kualitas sperma merupakan salah satu hal yang penting untuk memperbesar kemungkinan terjadinya kehamilan. Kualitas sperma dipengaruhi oleh jumlah sel sperma per 1 ml air mani. Jika jumlahnya dibawah 15 juta sel, maka kualitasnya rendah. Selain itu, motilitas dan bentuk dari sperma juga harus sempurna.

Kehamilan pada usia 30 tahun memiliki banyak risiko. Risiko ini bahkan bisa mengancam janin dan ibu hamil. Berikut ini merupakan beebrapa risiko yang harus diwaspadai, yaitu :
  • Diabetes gestasional. Kondisi ini membuat kadar gula darah dalam tubuh meningkat. Wanita dengan usia diatas 30 tahun lebih rentan terkena penyakit ini dan kemungkinan penyakit ini bertahan hingga setelah persalinan sangat besar.
  • Darah tinggi pada saat hamil harus diwaspadai karena dapat mengancam nyawa baik ibu hamil maupun bayi yang ada didalam kandungannya.
  • Persalinan prematur juga sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, pengontrolan secara rutin harus dilakukan.
  • Bayi lahir dengan berat badan yang rendah. Bayi yang memiliki berat badan yang rendah rawan sekali mengalami gangguan organ dan juga kematian.
  • Terjadinya komplikasi saat persalinan. Operasi caesar sangat dianjurkan untuk kondisi ini.


Persalinan pada wanita hamil yang berusia diatas 30 tahun sangat berisiko. Persalinan secara normal mungkin dapat dilakukan, namun peluang lancarnya persalinan dan tidak adanya komplikasi yang terjadi sangat rendah. Biasanya, dokter akan merekomendasikan operasi caesar untuk menghadapi kondisi ini. Dengan metode ini, kemungkinan terjadinya komplikasi akan rendah. Ibu dan bayi pun juga dapat diselamatkan. Hamil memang disarankan pada usia sekitar 20 tahun. Tetapi, jika terpaksa terjadi pada usia diatas 30 tahun, ada baiknya anda membatasi hingga usia 35 tahun saja. Setelah itu pertimbangkanlah untuk melakukan KB atau dibuat steril agar tidak ada kemungkinan terjadinya kehamilan lagi.


Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kesehatan keluarga anda. Kini, tak perlu repot lagi antri untuk berobat. Segera Download Aplikasi Rusabook sekarang juga. 

Jangan lupa follow akun sosial media kami di:
Bila ada pertanyaan bisa email ke : info@rusabook.com dan kunjungi website kami di http://www.rusabook.com

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search