Wednesday, October 9, 2019

Ketahui Cara Mengatasi Kram Perut Saat Berlari

Ketahui Cara Mengatasi Kram Perut Saat Berlari


Olahraga merupakan salah satu cara efektif dan paling murah untuk menjaga kesehatan tubuh. Salah satu jenis olahraga yang paling diminati oleh masyarakat adalah olahraga lari atau jogging. Selain murah dan tanpa biaya, olahraga ini juga dapat menjaga kesehatan tubuh, memperkuat jantung, otot kaki, dan mengendalikan berat badan. Olahraga lari atau jogging terasa sangat menyenangkan, terlebih lagi jika dilakukan di taman kota dan dengan cuaca yang mendukung. Tetapi, terkadang sesekali kita dapat mengalami kram perut ketika berlari. Kondisi ini dalam istilah medis serign disebut sebagai side stitch runner. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai cara mengatasi kram perut ketika sedang berolahraga.

Menurut penelitian yang dilakukan tahun 2015 yang dilansir dalam jurnal sports medicine mengungkapkan bahwa setidaknya 70% atlet lari merasakan nyeri perut yang menusuk dan kram perut saat mereka lari. Mekipun penyebab utamanya belum pasti, para dokter menyatakan bahwa gangguan ini disebabkan oleh pergerakan darah menuju diafragma atau otot selama melakukan aktivitas fisik. Hasil penelitian lain juga menunjukkan bahwa nyeri perut saat lari terjadi karena adanya iritasi pada batas perut dengan rongga pelvis.



Berikut ini merupakan beberapa hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri atau kram perut saat lari, yaitu :
  • Lari sesaat setelah makan.
  • Tidak melakukan pemanasan sebelum memulai olahraga.
  • Mengkonsumsi minuman yang manis.
  • Mengalami dehidrasi.


Meskipun tidak termasuk kondisi yang memerlukan bantuan medis dengan segera, beberapa tips berikut ini mungkin dapat membantu anda untuk mengatasi terjadinya kram perut saat berlari, yaitu :
  • Mengubah teknik pernapasan dengan cara menarik napas dalam - dalam secepat mungkin, tahan napas selama beberapa detik, dan buang napas melalui mulut.
  • Memperlambat tempo lari menjadi jalan cepat dan berkonsentrasi terhadap teknik pernapasan dalam.
  • Mengubah pola pernapasan dengan menghembuskan napas saat kaki kanan menyentuh tanah atau sebaliknya.
  • Membuat diafragma dan rongga perut lebih longgar. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meletakkan lengan diatas kepala dan mencondongkan tubuh kearah depan.
  • Berhenti berlari dan konsumsilah minuman elektrolit untuk menyeimbangkan elektrolit yang ada didalam tubuh.


Lebih mudah mencegah terjadinya kram perut daripada mengatasinya ketika sudah terjadi. Anda dapat memulai beberapa kebiasaan berikut sebelum berolahraga untuk mencegah terjadinya kram perut, yaitu :

  • Menghindari konsumsi minuman manis dan harus lebih banyak mengkonsumsi air mineral untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
  • Melakukan pemanasan sebelum berlari.
  • Tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak dan serat sebelum berolahraga.
  • Lebih memperhatikan postur tubuh dan mempelajari cara berlari yang benar.



Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kesehatan keluarga anda. Kini, tak perlu repot lagi antri untuk berobat. Segera Download Aplikasi Rusabook sekarang juga. 

Jangan lupa follow akun sosial media kami di:
Bila ada pertanyaan bisa email ke : info@rusabook.com dan kunjungi website kami di http://www.rusabook.com

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search