Monday, April 13, 2020

Mengenal Kondisi Disfungsi Plica Vokalis

Mengenal Kondisi Disfungsi Plica Vokalis



Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu melakukan aktivitas komunikasi setiap harinya. Suara merupakan suatu hal yang erat kaitannya dengan proses komunikasi. Supaya maksud atau pesan verbal kita bisa sampai ke orang yang kita tuju, maka kita harus bersuara atau mengucapkan kata serta kalimat. Suara pada manusia dihasilkan oleh suatu organ yang dinamakan pita suara. Pita suara sendiri merupakan sumber utama dari suara manusia. Secara anatomi, pita suara merupakan katup bergetar yang memotong aliran udara dari paru – paru menjadi pulsa suara yang membentuk sumber suara laring. Untuk menghasilkan sebuah bunyi atau suara, ada tiga organ tubuh yang berperan yaitu paru – paru, pita suara, dan artikulator. Paru – paru bertugas memompa udara untuk menggetarkan pita suara. Pita suara bertugas menghasilkan bunyi akibat getaran yang ditimbulkan oleh udara yang dipompa dari paru – paru. Kemudian, artikulator bertugas untuk mengartikulasikan atau menyaring suara yang berasal dari laring.

Sama seperti jenis organ tubuh lainnya, organ pita suara manusia juga bisa mengalami gangguan. Salah satu jenis gangguan yang dapat terjadi pada pita suara adalah kondisi disfungsi plica vokalis. Disfungsi pita suara atau dalam bahasa inggris disebut sebagai plica vokalis merupakan suatu gerakan pita suara paradoksal, yang dicirikan dengan terjadinya penutupan pita suara secara abnormal selama siklus pernapasan. Kondisi disfungsi plica vokalis ini seringkali menyerupai gejala asma. Pada penyakit asma, saluran udara atau tabung bronkus mengalami pengencangan sehingga membuat sulit bernapas. Sedangkan pada kasus disfungsi plica vokalis, terjadi pengencangan pada otot pita suara sehingga membuat anda kesulitan untuk bernapas.

Berdasarkan data yang telah terhimpun, tingginya kasus disfungsi plica vokalis diketahui berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan maupun masalah kejiwaan seperti depresi, gangguan obsessif kompulsif, gangguan kepribadian borderline, serta sering dikaitkan dengan terjadinya peningkatan indeks massa tubuh.


Kondisi disfungsi plica vokalis banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko sebagai berikut :
  • Jenis kelamin. Wanita paling rentan mengalami kondisi ini.
  • Usia. Wanita yang berusia 20 – 40 tahun paling rentan mengalami disfungsi plica vokalis.
  • Riwayat kesehatan seperti batuk, mengi, sesak ditenggorokan, suara berubah, episode sesak napas yang datang tiba – tiba.


Kondisi disfungsi plica vokalis juga bisa disebabkan oleh beberapa hal, sebagai berikut :
  • Penyakit refluks gastroesophageal.
  • Peradangan saluran napas bagian atas karena alergi.
  • Olahraga berat.
  • Alergi lingkungan karena polutan.
  • Stress emosional yang berat.


Untuk mengatasi kondisi ini, dokter biasanya akan melakukan pengobatan dengan beberapa cara, yaitu :
  • Terapi bicara
  • Psiko terapi
  • Terapi helium oksigen
  • Toksin botulinum




Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kesehatan keluarga anda. Kini, tak perlu repot lagi antri untuk berobat. Segera Download Aplikasi Rusabook sekarang juga. 

Jangan lupa follow akun sosial media kami di:



Bila ada pertanyaan bisa email ke : info@rusabook.com dan kunjungi website kami di http://www.rusabook.com

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search